Penerbangan di bandara Supadio Kubu Raya terkendala asap karhutla di mana jarak pandang di bandara tersebut hanya 300 meter pada pagi ini, Senin (14/9/2026) (ANTARA/HO-Sucia Lucinda)
Kabut Asap, Puluhan Penerbangan di Bandara Supadio Terdampak
Lukman Diah Sari • 14 September 2026 12:47
Pontianak: Sebanyak 73 penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, ditunda atau dijadwal ulang selama tiga hari terakhir. Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diduga jadi penyebab.
"Berdasarkan jadwal, ada beberapa maskapai penerbangan yang akan berangkat pagi tadi, namun karena kondisi jarak pandang yang hanya 300 meter sampai pukul 10.00 WIB, belum ada maskapai yang terbang," kata Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Supadio M. Joko Wahyudi di Sungai Raya, Senin, 14 September 2026, melansir Antara.
Dia mengatakan jarak pandang di kawasan bandara pada Senin pagi hanya sekitar 300 meter, sehingga penerbangan belum dapat beroperasi. Joko menyebut kondisi jarak pandang terbatas terjadi sejak Sabtu, 12 September 2026.
"Dalam periode tersebut, sebanyak 73 penerbangan dari dan menuju Bandara Supadio terdampak penundaan maupun penjadwalan ulang," jelas dia.
Joko mengungkapkan, pada Sabtu, hanya 11 penerbangan yang dapat beroperasi, terdiri atas enam kedatangan dan lima keberangkatan. Sementara pada Minggu, 13 September 2026, terdapat sembilan penerbangan yang terlaksana, masing-masing lima kedatangan dan empat keberangkatan. Untuk Senin, pihak bandara masih menunggu informasi dari masing-masing maskapai terkait keputusan pembatalan atau penjadwalan ulang penerbangan.
Kondisi jarak pandang yang rendah sebelumnya juga menyebabkan puluhan penerbangan di Supadio dibatalkan pada Sabtu. Otoritas bandara menyebut keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keputusan operasional.

Bandara Supadio, Kalimantan Barat. (Metrotvnews.com/ Muhamad Marup)
Airport Quality & SMS Department Head Bandara Internasional Supadio Yakobus Thomry Toto mengatakan pihaknya menambah personel di area check-in dan ruang tunggu untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan maupun perubahan jadwal.
"Selain itu, kami juga melakukan pembagian masker, makanan ringan dan air kepada pengguna jasa yang terdampak penundaan jadwal penerbangan," ujarnya.
Bandara juga meningkatkan penyampaian informasi melalui papan pengumuman serta melakukan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) bersama maskapai, AirNav Indonesia, dan BMKG untuk mempercepat pertukaran informasi terkait kondisi penerbangan. Melalui koordinasi tersebut, maskapai diharapkan dapat memberikan informasi lebih awal kepada penumpang apabila terjadi penundaan atau perubahan jadwal penerbangan akibat kondisi jarak pandang.