Tekan Sampah Organik di TPA, Menteri LH Minta Proses Pemilahan Diintensifkan

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq beri waktu sebulan Denpasar-Badung selesaikan pemilahan sampah organik dari sumbernya di Badung, Bali, Kamis 5/3/2026. ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

Tekan Sampah Organik di TPA, Menteri LH Minta Proses Pemilahan Diintensifkan

Achmad Zulfikar Fazli • 5 March 2026 18:45

Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pentingnya pemilahan sebagai upaya pengelolaan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA). Dia meminta seluruh pemangku kepentingan melakukan pemilahan untuk mengurangi sampah organik yang berakhir di TPA, termasuk TPA Suwung di Bali.

"Dengan mendorong juga pilah sampahnya. Seumpama swakelola tidak mau mengangkut sampah, bilamana tidak terpilah jadi saling sinergi bukan saling menyalahkan," kata  Hanif, saat melakukan peninjauan ke Kabupaten Badung, Bali, dilansir dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.

Hanif menyinggung kondisi TPA Suwung yang sudah berada dalam kondisi tercemar berat. Menurut dia, karena penutupannya tanpa perencanaan lebih lanjut akan menimbulkan gejolak sosial , sehingga lokasi tersebut masih menerima sampah organik dan anorganik.

Namun, dia mengingatkan TPA Suwung hanya akan menerima sampah organiksampai akhir Maret 2026. Mulai April 2026, Kementerian Lingkungan Hidup berencana melakukan pengawasan agar tidak ada lagi sampah organik yang masuk ke TPA tersebut.

Baca Juga: 

Bakar Sampah di Jakarta? Siap-siap Bayar Denda Rp500 Ribu!



Ilustrasi sampah. Dok. Istimewa

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan agar TPA Suwung dapat menutup dan menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) pada Maret 2026.

Secara khusus untuk Kabupaten Badung, dia mengatakan akan memberikan bantuan penghancur kayu untuk menyelesaikan sampah kayu serta insinerator yang akan mengolah potongan kayu.

"Kami dengan Pak Gubernur (Bali) akan memberikan pertimbangan teknis pengoperasian sementara menunggu penyelesaian persetujuan lingkungan yang digunakan," ujar Hanifq.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)