Populer Ekonomi: Harga Emas Antam Anjlok hingga Stok BBM Ditambah Jadi 90 Hari

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Populer Ekonomi: Harga Emas Antam Anjlok hingga Stok BBM Ditambah Jadi 90 Hari

Eko Nordiansyah • 5 March 2026 08:25

Jakarta: Pemberitaan mengenai harga emas Antam yang turun signifikan menjadi berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com, Rabu, 4 Maret 2026. Selain itu ada pemberitaan mengenai stok BBM akan ditambah dari 25 hari menjadi 90 hari.

Berikut berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com:

1. Harga Emas Antam Terus Anjlok: Hari Ini Turun Rp77 Ribu!

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) yang dijual di Butik Emas Antam kembali turun pada Rabu, 4 Maret 2026.
Baca selengkapnya di sini

2. Bahlil Berencana Tambah Stok BBM dari 25 Hari Jadi 90 Hari

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan akan menambah kapasitas penyimpanan (storage) stok bahan bakar minyak (BBM), dari yang semula hanya 25–26 hari, menjadi 90 hari atau tiga bulan.
Baca selengkapnya di sini

3. Bitcoin Bergejolak Imbas Perang Timur Tengah, Investor Harus Apa?

Eskalasi konflik di Timur Tengah sejak ketegangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 kian meluas dengan penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Serta serangan balasan Iran ke fasilitas AS di sejumlah negara Teluk seperti Bahrain Qatar, Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab. 
Baca selengkapnya di sini

4. Tenang! Ketersediaan Pangan Strategis Dijamin Aman Meski Ada Gejolak Geopolitik

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan proyeksi ketersediaan pangan usai Idulfitri 2026 tetap dalam kondisi aman. Meski ada dinamika dan gejolak geopolitik global utamanya di Timur Tengah.
Baca selengkapnya di sini

5. Purbaya: Konflik AS-Iran Tak Ganggu Fiskal RI Meski Harga Minyak Tembus USD92/Barel

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan gejolak geopolitik global belum mengganggu stabilitas keuangan Indonesia secara signifikan. Dampak dari konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran iyu akan terlihat pertama kali dari sektor ekspor dan harga minyak dunia.
Baca selengkapnya di sini

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)