Cadangan Minyak AS Terendah dalam 44 Tahun, Trump Andalkan Venezuela

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Cadangan Minyak AS Terendah dalam 44 Tahun, Trump Andalkan Venezuela

Muhammad Reyhansyah • 31 August 2026 12:23

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan minyak Venezuela dari kesepakatan baru kedua negara akan digunakan untuk mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS yang kini berada di level terendah dalam 44 tahun.

Trump mengatakan proses pengisian kembali cadangan tersebut akan segera dimulai. Ia menyebut minyak Venezuela sebagai “hadiah untuk rakyat Amerika Serikat."

Namun, belum jelas seberapa cepat kesepakatan tersebut dapat memasok minyak ke SPR maupun memberikan dampak langsung terhadap harga bahan bakar di AS. 

Mengutip Channel News Asia, Senin, 31 Agustus 2026, kesepakatan yang diumumkan Trump pada Jumat, 28 Agustus 2026 bertujuan menghidupkan kembali industri minyak Venezuela yang mengalami kemunduran selama bertahun-tahun.

Per 21 Agustus, SPR AS hanya menyimpan sekitar 290 juta barel minyak. 

Cadangan tersebut telah dikuras secara signifikan oleh pemerintahan Joe Biden maupun Trump untuk menghadapi gangguan pasokan global, termasuk akibat invasi Rusia ke Ukraina dan konflik dengan Iran.

Sementara itu, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan pada Sabtu bahwa kesepakatan energi dengan AS akan berlaku selama 25 tahun dan menargetkan peningkatan produksi minyak mentah Venezuela menjadi lebih dari 1,5 juta barel per hari.

Rodriguez mengatakan kesepakatan tersebut mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis dan diperkirakan menghasilkan sekitar USD209 miliar bagi pemerintah Venezuela berdasarkan asumsi harga minyak USD65 per barel.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi produksinya saat ini hanya sekitar 1,25 juta barel per hari akibat bertahun-tahun mengalami kekurangan investasi, salah urus, dan sanksi.

Baca juga:  Venezuela Sebut Kesepakatan Minyak dengan AS Berlaku 25 Tahun

(Willy Haryono)