Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Foto: Dok. YouTube Pemkot Bekasi.
TNI AD Siap Olah Timbunan Sampah Lama jadi Bahan Bakar
Fachri Audhia Hafiez • 26 August 2026 11:45
Bekasi: TNI Angkatan Darat (AD) mendukung pengelolaan sampah nasional melalui pengolahan timbunan sampah lama menjadi bahan bakar minyak (BBM) sintetis jenis solar dengan teknologi pirolisis. Hal ini disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat Peresmian Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.
"Kalau disampaikan tentang pirolisis, saya kira sudah familiar di mana-mana. Jadi kalau kita berbicara proses pirolisis dari sini ke sini, itu sudah berbagai, bahkan di kampung-kampung pun sudah banyak yang buat," ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 26 Agustus 2026.
Maruli menjelaskan titik fokus program TNI AD bersama mitranya terletak pada penanganan limbah yang sudah menumpuk bertahun-tahun di tempat pemrosesan akhir. Menurutnya, pemilahan dan pengolahan residu lama tersebut membutuhkan pendekatan khusus yang belum banyak diterapkan.
"Yang kami akan olah adalah timbunan-timbunan sampah lama. Yang ini lah yang mungkin sampai dengan sekarang masih belum ada yang bisa memilah ini," kata Maruli.
Untuk merealisasikan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut, TNI AD membutuhkan ketersediaan lahan yang cukup memadai di setiap lokasi perencanaan. Pengolahan sampah diperkirakan mencapai 1.000 ton per hari.
"Jadi ini, kita merencanakan di tiap tempat itu kalau lahannya cukup, kita minimal bisa 1.000 ton per hari, lahannya. Kami memerlukan lahan 5 hektar plus pre-treatment minimal setengah hektar," ujar Maruli.
Ia menegaskan, pengubahan sampah plastik menjadi bahan bakar secara umum sudah lazim. Namun, tantangan terbesarnya berada pada aspek pemilahan timbunan sampah lama dalam skala besar.
"Jadi masalah pirolisis menjadi bahan bakar itu umum. Tapi sampah lama menjadi memilah sampah lama ini ternyata bisa kita lakukan, mudah-mudahan nanti bisa kita kembangkan lagi," sambung Maruli.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Foto: Dok. YouTube Pemkot Bekasi.
Saat ini, TNI AD tengah mempersiapkan pembangunan pabrik pengolahan di sejumlah titik strategis yakni di Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
"Nah, ini yang sedang kami persiapkan, Pak. Jadi ada Bantargebang yang di sini, ya. Galuga Bogor, Sarimukti. Untuk yang di Bogor, saya kira karena di lahan kami, tidak ada permasalahan ya, tinggal proses perizinan. Proses nanti penjualan solar, itu yang permasalahan mungkin harus segera bisa diselesaikan," tutur Maruli.
Lebih lanjut, Maruli mengungkapkan adanya beberapa kendala birokrasi dan regulasi lahan pada beberapa daerah, seperti lokasi kawasan hutan di Sarimukti, Jawa Barat. Secara keseluruhan, terdapat lima lokasi prioritas yang masuk dalam target penggarapan TNI AD bersama pihak pengembang.
"Jadi penyiapan lahan 5 hektare, awal kita mencari lahannya sulit. Setelah dapat, proses sewa-menyewanya, proses ininya, ada pembatasan 5 tahun dan lain sebagainya, Pak. Ini, pengalihan status yang seperti di Sarimukti, izin pengolahan sampah, sampai dengan penjualan solarnya," ujar Maruli.