Peluncuran 66 unit angkutan pelajar gratis di Balai Kota Malang. Dokumentasi/Pemkot Malang.
66 Angkutan Pelajar Gratis Beroperasi di Kota Malang
Daviq Umar Al Faruq • 31 August 2026 17:24
Malang: Kemacetan saat jam berangkat dan pulang sekolah di Kota Malang, Jawa Timur, mulai diatasi dengan solusi khusus bagi para siswa. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiagakan puluhan armada angkutan kota untuk melayani trayek pelajar secara gratis.
Penyediaan angkutan pelajar gratis ini menjadi wujud komitmen Pemkot Malang melalui program Dasa Bakti, khususnya Ngalam Nyaman, Ngalam Ngopeni, dan Ngalam Pinter.
"Alhamdulillah, hari ini angkutan pelajar gratis sudah kita launching dan dimulai. Tentunya ini yang ditunggu-tunggu oleh pelajar, selama ini kami memproses karena dari regulasi harus kami siapkan terlebih dahulu. Kami akan melihat sejauh mana angkutan pelajar ini. Ini adalah bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarkat, terutama ini kita fokus kepada pelajar," ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat melepas 66 unit angkutan pelajar gratis di Balai Kota Malang, Senin, 31 Agustus 2026.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meringankan beban ongkos harian orang tua murid. Tetapi, untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang memadati ruas jalan protokol setiap pagi dan sore.
"Kita imbau pada mereka, bahwa kami telah menyiapkan angkutan pelajar. Harapannya mereka bisa memanfaatkan. Karena selain mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang bergerak di jalanan umum, itu juga harapannya bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di jam-jam berangkat sekolah," kata Wahyu.
Aspek keselamatan dan kepastian rute menjadi perhatian utama dalam operasional armada ini. Seluruh kendaraan telah melintasi proses kurasi kelayakan jalan dan dipasangi perangkat pemantau posisi real-time.
"Kita sudah benahi semuanya, mulai dari spesifikasi, persyaratan, surat-menyurat, kelayakan dan juga kelengkapan dari angkutan pelajar ini sudah kita kurasi dan akhirnya, sementara ini, ada 66 angkutan pelajar yang kita luncurkan. Dan ada tata cara aturan yang dilakukan oleh semua pengemudi, yang semua harus sesuai. Kita pasang GPS, tentu agar terpantau bagaimana mereka melewati, karena sudah ada jalur yang ditetapkan," beber Wahyu.

Peluncuran 66 unit angkutan pelajar gratis di Balai Kota Malang. Dokumentasi/Pemkot Malang.
Standar pelayanan tidak hanya mencakup kelayakan kendaraan, tetapi juga kedisiplinan dan etika pengemudi. Para sopir wajib mematuhi aturan ketat untuk menjamin kenyamanan siswa selama perjalanan.
"Ada perilaku-perilaku yang sudah kita sampaikan kepada pengemudi agar tidak merokok, tidak boleh pakai celana pendek, dan bersikap sopan. Tidak mengelurakan kalimat-kalimat tidak sopan," terang Wahyu.
Pemerintah daerah siap menampung masukan dari warga dan pengguna jasa. Partisipasi publik dinilai penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan layanan ke depan.
"Tentunya pemerintah tetap meminta masukan dari warga, dari pelajar, agar nanti angkutan pelajar ini lebih baik. Karena ini baru pertama, kita akan melihat sejauh mana," ucap Wahyu.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Malang, angkutan gratis ini melayani 15 rute strategis. Armada beroperasi dalam dua sesi, yakni pengantaran pukul 05.45 WIB dan penjemputan pukul 14.45 WIB. Detail rute dapat dipantau melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib.