Gen Z Dorong Produk Dalam Negeri Berdaya Saing di Kancah Global

Ilustrasi. Foto: Unsplash.com/Christin Hume.

Gen Z Dorong Produk Dalam Negeri Berdaya Saing di Kancah Global

Fachri Audhia Hafiez • 30 August 2026 17:02

Jakarta: Gelombang partisipasi aktif generasi muda dalam mengonsumsi dan mempromosikan produk dalam negeri telah mencapai babak baru. Fenomena local pride yang digerakkan oleh Generasi Z (Gen Z) kini bertransformasi dari sekadar tren sesaat menjadi gerakan kultural dan ekonomi bernilai strategis yang membawa warisan budaya Indonesia bersinar di kancah global.

“Gen Z dan milenial mencakup hampir separuh penduduk Indonesia. Karena itu, kita perlu mendorong generasi muda bukan hanya menjadi konsumen produk kreatif Indonesia, tetapi juga menjadi pencipta karya, inovator, dan wirausaha baru,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.
 


Berdasarkan data survei IDN Research Institute, sebanyak 61 persen Gen Z dan milenial secara sadar memilih produk lokal sebagai bentuk nyata rasa bangga atas identitas bangsa. Keputusan membeli merek dalam negeri kini menjadi simbol gaya hidup yang relevan, prestisius, dan sarat makna untuk mengekspresikan jati diri.

Terdapat tiga pilar utama yang mendorong masifnya gerakan local pride di kalangan anak muda. Pertama, ekspresi identitas dan ikatan emosional. Merek lokal yang mengusung narasi storytelling dan keunikan budaya Nusantara mampu menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan konsumen muda.

Kedua, kualitas bersaing dan inovasi berkelanjutan, yakni desain unik, estetika modern, serta komitmen pada prinsip ramah lingkungan membuat produk dalam negeri kian diminati di pasar internasional. 

Ketiga, pengaruh digital dan viralisasi konten. Ekosistem media sosial seperti TikTok dan Instagram melalui ulasan jujur serta video kreatif sukses mengonversi rasa kagum menjadi keputusan pembelian nyata.


Ilustrasi. Foto: Dok. Istimewa.

Kesadaran sosial Gen Z dalam memajukan karya lokal tercermin kuat dalam pameran tahunan KKI 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Kehadiran area khusus Youth Zone menjadi wadah ekspresi bagi pelaku usaha, perajin, dan desainer generasi muda.

Dukungan antusias generasi muda tersebut berhasil mendongkrak omzet penjualan UMKM kreatif selama tiga hari penyelenggaraan KKI 2026 hingga menembus Rp144,2 miliar, atau melonjak 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, transaksi business matching ekspor mencatatkan angka Rp169,9 miliar yang melibatkan 192 UMKM serta pembeli dari 16 negara.

Melalui keterbukaan akses digital dan peningkatan kualitas produk dalam negeri, fenomena local pride ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Namun, berhasil menempatkan budaya Indonesia sebagai warisan bernilai yang dikagumi dunia.

(Fachri Audhia Hafiez)