Ilustrasi lulusan kerja yang melamar pekerjaan di sebuah instansi. Foto: Metrotvnews.com/Husen Miftahudin.
Cek Program Pemerintah untuk Fresh Graduate hingga Korban PHK
Ade Hapsari Lestarini • 30 August 2026 12:30
Jakarta: Pemerintah menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja, mulai dari pemagangan bagi lulusan baru (fresh graduate), program vokasi, hingga pelatihan (retraining) bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan sumber daya manusia (SDM) penting untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
"Indonesia tumbuh sebetulnya dalam semester satu di 5,45 persen dan itu tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Indonesia juga berhasil menjaga pertumbuhan di atas lima persen dalam 13 tahun terakhir, dan kemudian kita berhasil menjaga inflasi juga rendah relatif 2,8 persen. Nah kemudian Bapak Presiden mendorong penguatan SDM," ujar Airlangga, dalam keterangannya, dilansir Antara, Minggu, 30 Agustus 2026.
Salah satu upaya yang didorong pemerintah adalah program pemagangan bagi 120 ribu hingga 150 ribu lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja di industri selama enam bulan. Program tersebut didukung pembayaran upah oleh pemerintah dengan anggaran mencapai Rp4,14 triliun.
Selain menyasar lulusan perguruan tinggi, pemerintah menyiapkan program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK agar dapat masuk ke industri. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp2,12 triliun untuk program tersebut.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: tangkapan layar YouTube Setpres.
Program retraining bagi masyarakat yang terdampak PHK
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan program retraining bagi masyarakat yang terdampak PHK. Pelatihan tersebut diarahkan untuk membantu tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri maupun membuka peluang kerja di luar negeri.
Menurut Airlangga, penguatan SDM semakin penting seiring perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), yang diproyeksikan membawa perubahan terhadap berbagai sektor ekonomi.
"AI ini adalah salah satu revolusi industri ke depan. Sesudah industri 4.0 dia lari ke AI dan AI aplikasinya sangat luar biasa di berbagai sektor. Jadi ini beberapa game changer yang ada ke depan," tambah dia.
Pemerintah juga mulai membangun kapasitas SDM untuk mendukung pengembangan ekosistem semikonduktor melalui kerja sama dengan Arm Limited, perusahaan di bidang desain semikonduktor. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan 15 ribu peserta mendapatkan pelatihan untuk masuk ke ekosistem semikonduktor.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan penguatan SDM perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan perkembangan ekonomi dan kebutuhan dunia kerja.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha penting agar peningkatan kapasitas SDM berjalan seiring dengan transformasi industri.
"Penguatan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan dunia industri. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang," ujar Haryo.