Pasukan Israel mengambil alih dan memperkuat kehadiran di pusat pelatihan kejuruan UNRWA Qalandia di Yerusalem Timur. (Yeni Safak)
Israel Kuasai Pusat Pelatihan UNRWA di Yerusalem Timur, 270 Siswa Terdampak
Willy Haryono • 26 August 2026 20:10
Yerusalem: Pasukan Israel memperkuat kehadirannya di Pusat Pelatihan Kejuruan Qalandia milik UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki, sehari setelah mengambil alih kompleks tersebut.
Pemerintah Kegubernuran Yerusalem mengatakan dalam pernyataan pada Rabu, 26 Agustus 2026, bahwa pasukan Israel melakukan pergantian personel dan menambah jumlah tentara yang ditempatkan di dalam kompleks.
Pengambilalihan fasilitas tersebut berlangsung pada Selasa kemarin. Setelah itu, Pemerintah Kota Yerusalem mengirim tim teknis ke dalam kompleks untuk memulai pekerjaan yang disebut sebagai "pemeliharaan dan renovasi."
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah kota untuk membangun kompleks pendidikan kota di lokasi tersebut.
Ben-Gvir Ikut dalam Pengambilalihan
Dikutip dari Yeni Safak,Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir turut hadir dalam operasi pengambilalihan. Ia mengatakan tidak ada tempat bagi UNRWA di Yerusalem dan Israel.Pasukan Israel sebelumnya mengevakuasi staf dari fasilitas tersebut, mengibarkan bendera Israel di halaman kompleks, serta menempatkan tentara di sekitar Kamp Pengungsi Qalandia dan Kafr Aqab.
Pasukan Israel juga melakukan penggerebekan dan pemeriksaan lapangan terhadap warga Palestina di kawasan tersebut.
UNRWA sebelumnya telah memperingatkan selama berbulan-bulan mengenai rencana Israel mengambil alih pusat pelatihan tersebut.
Fasilitas itu didirikan pada 1952 dan disebut sebagai pusat pelatihan pertama yang dibangun UNRWA di Palestina. Pusat tersebut menyediakan pendidikan kejuruan bagi ratusan pelajar Palestina.
UNRWA menyebut sekitar 270 siswa mengikuti 16 program kejuruan di fasilitas tersebut. Setiap tahun, pusat itu meluluskan sekitar 250 hingga 300 siswa.
Menurut UNRWA, pelaksanaan rencana Pemerintah Kota Yerusalem akan membutuhkan pembongkaran sebagian besar bangunan yang ada.
Kecaman UNRWA
Pengambilalihan fasilitas tersebut langsung mendapat kecaman dari pejabat Palestina dan sejumlah pihak internasional.UNRWA mengatakan pasukan Israel memasuki kompleks tersebut secara paksa pada Selasa, meskipun fasilitas itu berada di Yerusalem Timur yang diduduki dan berada di bawah perlindungan hak istimewa serta kekebalan yang diberikan kepada badan PBB.
Israel merebut Yerusalem Timur pada 1967 dan kemudian mencaplok wilayah tersebut. Langkah tersebut tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional.
Pengambilalihan pusat pelatihan Qalandia menjadi perkembangan terbaru dalam meningkatnya tekanan Israel terhadap keberadaan dan aktivitas UNRWA di Yerusalem serta wilayah Palestina.
Baca juga: Indonesia Kutuk Keras Penghancuran Fasilitas UNRWA di Yerusalem Timur