Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.
Kuota FLPP Naik Jadi 350 Ribu Unit, Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi
Andika Fauzan Azhari • 27 August 2026 17:54
Tangerang: Pemerintah meningkatkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350 ribu unit pada 2026, dari sebelumnya sekitar 220 ribu unit per tahun. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan mendukung Program 3 Juta Rumah.
Kepastian mengenai peningkatan kuota tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam pembukaan Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten.
Maruarar mengatakan peningkatan kuota FLPP didukung tambahan likuiditas sekitar Rp80 triliun melalui kebijakan Bank Indonesia (BI). Menurut dia, kuota 350 ribu unit merupakan yang terbesar sepanjang sejarah program tersebut.
"Kebijakan ini memberikan tambahan likuiditas sekitar Rp80 triliun untuk mendorong peningkatan kuota FLPP yang terbesar sepanjang sejarah. Di tahun pertama Presiden Prabowo memerintah, dari sebelumnya sekitar 220 ribu rumah per tahun menjadi kuotanya 350 ribu unit untuk perumahan subsidi," ujar Maruarar Sirait.
Maruarar menambahkan, implementasi kebijakan pembiayaan tersebut telah mulai terlihat di sejumlah wilayah. Pada 30 Juli 2026, misalnya, telah dilaksanakan akad massal rumah subsidi sebanyak 62.710 unit yang tersebar di 36 provinsi dan 372 kabupaten/kota.
Selain FLPP, skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan senilai Rp880 miliar telah disalurkan kepada lebih dari 7.100 debitur untuk memperkuat akses modal dan pembiayaan masyarakat.

Backlog perumahan masih menjadi tantangan
Peningkatan kuota rumah subsidi tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah masih tingginya kebutuhan hunian nasional.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan ketersediaan kuota subsidi dan akses pembiayaan menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi ketimpangan pemenuhan kebutuhan rumah (backlog) di Indonesia.
"Berdasarkan data BPS Maret 2026, masih terdapat sekitar 9,29 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah dan 18 juta rumah tangga yang masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan," kata Rosan Roeslani.
Rosan menjelaskan, Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 120 ribu pilihan properti yang melibatkan lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta. Dari pengembang BUMN, terdapat 16.559 unit hunian yang disiapkan, dengan sebagian dialokasikan untuk segmen MBR.
Peningkatan kuota FLPP tersebut juga didukung integrasi pembiayaan dari perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BUMN Karya, serta pengembang swasta.
Pemerintah berharap peningkatan kuota FLPP dapat memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi sekaligus mendukung percepatan penyediaan hunian layak melalui Program 3 Juta Rumah sepanjang 2026.