Transaksi Mobile Banking BSN Tembus Rp6,57 Triliun hingga Agustus 2026

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor saat mencoba QRIS. Foto: dok BSN.

Transaksi Mobile Banking BSN Tembus Rp6,57 Triliun hingga Agustus 2026

Ade Hapsari Lestarini • 7 September 2026 18:26

Jakarta: PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat transaksi melalui layanan mobile banking Bale Syariah mencapai Rp6,57 triliun hingga 31 Agustus 2026. Jumlah tersebut berasal dari 3,29 juta transaksi yang dilakukan oleh 238.897 pengguna aktif.

Selain transaksi mobile banking, layanan QRIS BSN telah digunakan oleh 2.102 merchant. Total transaksi melalui QRIS mencapai 2,07 juta kali dengan volume Rp552,1 miliar.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan perseroan akan memperluas penggunaan layanan perbankan digital dengan menyasar aktivitas transaksi pelaku usaha.

"Setiap inovasi produk bisnis BSN harus berakar pada kemudahan transaksi bagi para pelaku usaha. Melalui semangat #ThinkCustomer, setiap keputusan bisnis selalu dimulai dari pertanyaan: Apakah langkah ini benar-benar memudahkan nasabah?" kata Alex, dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Program tersebut akan diperluas melalui roadshow di sejumlah kota besar, antara lain Banda Aceh, Bandung, dan Surabaya.

Menurut Alex, kebutuhan terhadap transaksi yang cepat dan mudah menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha, terutama melalui penggunaan QRIS dan mesin Electronic Data Capture (EDC).


Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor (tengah). Foto: dok BSN.
 

 

Perbankan tidak lagi pasif


"Perbankan tidak lagi pasif menunggu kedatangan nasabah di kantor cabang, melainkan hadir secara aktif dan melekat dalam menopang aktivitas harian serta pertumbuhan usaha mitra bisnisnya," ujar dia.

Dalam program tersebut, BSN menyiapkan sejumlah layanan bagi merchant, mulai dari fasilitas penerimaan pembayaran melalui QRIS dan EDC, pengelolaan arus kas atau cash management, hingga akses pembiayaan.

Layanan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan transaksi dan pengembangan usaha, baik bagi pelaku UMKM maupun korporasi. Alex mengatakan cakupan mitra usaha perseroan berasal dari berbagai sektor, mulai dari ritel, industri kreatif, hingga usaha mikro dan kecil di daerah.

Salah satunya adalah pelaku UMKM di Tasikmalaya, Lozy Hijab, yang bergerak di sektor modest fashion. Usaha tersebut telah dikembangkan selama sekitar 11 tahun dan kini memasarkan berbagai produk, mulai dari hijab hingga pakaian.

BSN menyebut pengembangan ekosistem merchant akan terus diarahkan untuk memperluas penggunaan layanan transaksi digital di kalangan pelaku usaha.

(Ade Hapsari Lestarini)