BMKG Sebut Erupsi Gunung Anak Krakatau Bertipe Strombolian

Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. ANTARA/HO-Tangkapan layar.

BMKG Sebut Erupsi Gunung Anak Krakatau Bertipe Strombolian

Metro TV • 6 September 2026 14:23

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa erupsi yang tengah terjadi di Gunung Anak Krakatau merupakan letusan bertipe strombolian. Kondisi ini akibat magma cair dengan tekanan gas sedang.

“Ini erupsinya jenis strombolian akibat magma cair dengan tekanan gas sedang. Jadi terjadi letusan-letusan yang kecil yang berulang secara teratur,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam siaran pers daring, Minggu, 6 September 2026.
 


Faisal menjelaskan, karakter erupsi yang berulang secara teratur tersebut memicu muntahan berbagai material vulkanik dari perut gunung ke udara.

“Kemudian ini yang memunculkan kembang api lava, bom vulkanik, dan lapili ke udara,” ujar Faisal.


Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. Foto: Dok. Tangkapan layar.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menerangkan bahwa semburan lava tersebut sejatinya telah berlangsung secara kontinu sejak pemantauan semalam hingga hari ini.

“Sebenarnya ini merupakan erupsi yang terjadi secara menerus dengan semburan-semburan lava yang diprakirakan masih akan terus berlangsung. Pemantauan hingga tadi malam dan pagi ini menunjukkan aktivitas tersebut masih ada,” kata Wijayanto.

Meski erupsi terus berlanjut, Wijayanto memperkirakan intensitas aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau secara bertahap akan bergerak meluruh jika dibandingkan dengan puncaknya pada akhir pekan lalu.

“Namun, berdasarkan pemantauan aktivitas permukaan dan petir, frekuensinya sudah mulai meluruh dan dipastikan akan terus menurun dibandingkan puncak erupsinya pada tanggal 4 September pukul 23.07 WIB lalu,” kata Wijayanto.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)