BMKG Prediksi Musim Hujan di NTB Mundur hingga Desember

Ilustrasi: Warga melintasi pematang sawah yang mengering akibat musim kemarau di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/7/2026). ANTARA/Sugiharto Purnama

BMKG Prediksi Musim Hujan di NTB Mundur hingga Desember

Silvana Febiari • 8 September 2026 14:57

Lombok Barat: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berpeluang berlangsung hingga akhir November 2026. Musim hujan yang biasanya dimulai November diperkirakan mundur hingga Desember.

"Kekeringan semakin meluas. Peringatan dini berlaku untuk satu dasarian ke depan dan masih ada potensi perluasan, karena potensi hujan beberapa dasarian mendatang sangat rendah," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini, dilansir dari Antara, Selasa, 8 September 2026. 

Suci menjelaskan musim kemarau panjang tersebut terjadi seiring rendahnya potensi hujan dalam beberapa dasarian mendatang. Hal ini juga pengaruh dari fenomena El-Nino yang masih kuat.


Berdasarkan pantauan BMKG hingga Dasarian III Agustus 2026, wilayah NTB yang masuk peringatan dini kekeringan meteorologis level Awas terus bertambah. Salah satu wilayah yang kini masuk dalam peringatan tertinggi tersebut adalah Kecamatan Gangga di Kabupaten Lombok Utara.

"El Nino kini berada pada kategori sangat kuat dengan indeks mencapai 2,74. Angka itu diprediksi bertahan hingga akhir tahun 2026, baru kemudian melemah menjadi kategori kuat hingga moderat pada awal 2027, namun tetap dalam fase El Nino," jelas Suci.

Masyarakat diminta mewaspadai keterbatasan ketersediaan air dalam beberapa bulan ke depan. Penggunaan air secara hemat diperlukan untuk mengantisipasi kemarau yang berpotensi lebih panjang.


Ilustrasi: Zechen Li/Pexels


Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BMKG menetapkan sembilan dari 10 kabupaten/kota di NTB berstatus Awas Kekeringan Meteorologis. Status tersebut ditetapkan seiring periode hari tanpa hujan yang semakin panjang di wilayah tersebut.

Pada Dasarian III Agustus 2026 atau periode 21–31 Agustus, Hari Tanpa Hujan (HTH) beruntun di NTB secara umum masuk kategori sangat panjang hingga ekstrem. Durasi HTH tercatat mencapai 31–60 hari, bahkan lebih dari 60 hari di sejumlah wilayah.

HTH berturut-turut terpanjang tercatat di Pos Hujan Bolo, Kabupaten Bima, mencapai 105 hari. Kondisi tersebut masuk dalam kategori kekeringan ekstrem.

(Silvana Febiari)