Pesona Bukit Avatar di Bajawa Flores

Panorama perbukitan di Puncak Avatar, Bajawa, Ngada, Flores, NTT. Foto: Metrotvnews.com/Anggi Tondi.

Pesona Bukit Avatar di Bajawa Flores

Anggi Tondi Martaon • 1 September 2026 20:38

Bajawa: Pulau Flores diguncang gempa magnitudo 7,7. Namun, bencana tersebut tidak sedikitpun merusak keindahan alam salah satu pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.

Keindahan Pulau Flores tidak hanya soal Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Setiap kaki melangkah, selalu tersaji pemandangan yang memanjakan mata dan layak dijadikan tempat healling dari hiruk pikuknya aktivitas.

Salah satu tempat yang harus dikunjungi di Flores yaitu Bukit Watunariwowo. Dataran tinggi yang berada di Desa Beja itu kini lebih dikenal dengan sebutan Puncak Avatar karena panorama perbukitannya menyerupai landscape film Avatar.

Ada dua akses masuk bagi wisatawan dari luar Flores menuju Bukit Avatar. Pertama Bandara Soa Bajawa yang berjarak 26 kilometer dari Desa Beja.

Selain itu, wisatawan bisa memulai perjalanan dari Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende. Namun, pengunjung harus menempuh perjalanan darat 128 kilometer dengan waktu tempuh perjalanan darat sekitar 3 jam 16 menit menuju Desa Beja.

Lokasi tersebut dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Meski harus menghabiskan waktu berjam-jam, rasa bosan diyakini tidak akan timbul selama di perjalanan. Sebab, mata akan dimanjakan pemandangan hijau selama di perjalanan.

Akses lalu lintas dari Ende hingga pintu masuk Bukit Avatar juga sangat bagus. Sebab, jalan menuju Desa Beja sangat mulus dan yang pasti tidak ada titik macet di jalur tersebut.

Di pintu masuk, tersedia lahan parkir yang cukup luas dan bersih. Terdapat juga sejumlah pondok yang bisa dimanfaatkan pengunjung duduk sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Tiket masuk ke Bukit Avatar yaitu Rp5.000 untuk wisatawan lokal. Sedangkan wisatawan mancanegara sekitar Rp20 ribu.

Pada bagian gerbang masuk, terdapat sejumlah anjuran yang harus dipatuhi pengunjung. Di antaranya, tidak mengunjungi destinasi tersebut saat cuaca buruk hingga menjaga keselamatan dan kebersihan. 

Untuk mencapai spot terbaik di Bukit Avatar, pengunjung harus berjalan sejauh dua kilometer dari pintu masuk. Jalur yang dilalui cukup menanjak. 

Pemandangan Gunung Inerie yang bisa disaksikan di Bukit Avatar, Bajawa, Flores. Foto: Metro TV/Joy Jones.

Akses jalan sepanjang satu kilometer dari pintu masuk sudah menggunakan semen beton. Meski mengunjungi destinasi wisata tersebut pada siang hari, pengunjung tidak akan merasa kegerahan. Sebab, pohon rindang menaungi jalan tersebut.

Di penghujung jalan semen tersebut, terdapat sebuah tempat duduk yang bisa dijadikan tempat beristirahat sejenak melepas usai melewati jalur menanjak. Di sana, pengunjung sudah disuguhkan panorama perbukitan yang berwarna keemasan.

Warna keemasan tersebut disebabkan tumbuhan yang menguning akibat musim kemarau. Jika kunjungan dilakukan saat musim hujan, panorama perbukitan tersebut bakal berwarna hijau.

Setelah itu, pengunjung bakal melalui jalan setapak menuju salah satu titik terbaik di Bukit Avatar. Pengunjung harus berhati-hati karena terdapat lereng yang cukup curam di kiri dan kanan jalur tersebut. 

Namun, wisatawan tidak perlu khawatir karena sudah terpasang pagar rantai sepanjang jalur tersebut. Sehingga, pengunjung bisa berpegangan pada pagar rantai tersebut saat melewati jalur yang terjal dan kecil.

Perjuangan menuju titik terbaik di Bukit Avatar terbayar lunas dengan pemandangan yang sangat indah. Selain panorama perbukitan bewarna emas, pengunjug dapat menyaksikan Gunung Inerie.

Gunung Inerie merupakan salah satu gunung berapi aktif di Pulau Flores. Gunung tersebut memiliki ketinggian sekitar 2.245 mdpl. 

(Anggi Tondi)