Jamaah haji tahun 2026 di Bandara Haluoleo, Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
452 Calon Haji Kendari Masuk Estimasi Kuota Keberangkatan 2027
Silvana Febiari • 15 July 2026 11:31
Kendari: Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai proses verifikasi data 452 calon haji yang masuk dalam estimasi kuota keberangkatan tahun 2027. Proses ini berlangsung pada 14-29 Juli 2026.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Kendari Sunardin mengatakan tahapan verifikasi ini penting untuk memastikan seluruh data jemaah sesuai persyaratan yang ditetapkan.
"Jumlah 452 orang ini merupakan estimasi kuota terbesar jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di wilayah Sulawesi Tenggara," kata Sunardin, dilansir dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Baca Juga :
Meski menempati porsi terbesar di Sultra, ia mengingatkan angka tersebut saat ini masih bersifat sementara. Jumlahnya masih bisa mengalami perubahan.
Dia menyebutkan pergeseran kuota tersebut dinilai dinamis karena bergantung pada kesiapan calon haji. Termasuk kemungkinan calon haji terpaksa menunda keberangkatan.
Setelah verifikasi rampung, data para calon langsung diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. Langkah ini dilakukan agar mereka bisa segera menjalani pembinaan serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
Bagi calon haji yang nantinya dinyatakan memenuhi kriteria dan lolos syarat kesehatan, akan diarahkan masuk tahap pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).
"Untuk tahap pelunasan awal, kami perkirakan akan berlangsung pada bulan Agustus hingga September 2026," ujarnya.

Calon jemaah haji asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)
Percepatan penerbitan estimasi kuota haji untuk musim keberangkatan 2027 merupakan bagian dari kebijakan baru yang digulirkan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
"Melalui kebijakan penentuan kuota yang lebih awal ini, pemerintah daerah maupun jemaah dinilai diuntungkan karena memiliki waktu persiapan yang jauh lebih panjang dan longgar," jelasnya.
Waktu tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengurus kelengkapan dokumen administrasi, pemeriksaan kesehatan yang komprehensif, hingga kesiapan finansial untuk pelunasan biaya.
Sunardin juga menegaskan komitmen untuk terus membangun koordinasi yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini penting demi memastikan setiap tahapan persiapan berjalan lancar sesuai jadwal.
"Dengan adanya penetapan estimasi kuota yang lebih awal ini, kami berharap calon jemaah bisa mempersiapkan segala kebutuhan keberangkatan mereka secara lebih matang dan teratur sebelum pelaksanaan ibadah haji tahun 2027," demikian Sunardin.