Para peserta didik baru sekolah dasar di Batang sedang mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Batang, Senin, 13 Juli 2026. (ANTARA/Kutnadi)
Pemkab Batang Pastikan MPLS Berlangsung Tanpa Perpeloncoan dan Kekerasan
Silvana Febiari • 14 July 2026 08:54
Batang: Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memastikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) peserta didik baru berlangsung aman, nyaman, dan tanpa unsur kekerasan maupun perpeloncoan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan praktik perpeloncoan yang sering membebani fisik dan mental siswa sudah tidak lagi mendapat tempat di dunia pendidikan.
"Oleh karena itu, kami pastikan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran Baru 2026/2027 berlangsung aman dan nyaman," katanya, dilansir dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.
Pihaknya berkomitmen menghilangkan budaya senioritas yang tidak relevan dalam proses adaptasi siswa baru.
"Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar MPLS benar-benar dimaknai sebagai masa perkenalan bukan ajang pembuktian kemampuan fisik. Kami sudah menekankan larangan ini akan terus dikawal," ujarnya.
Menurut dia, esensi MPLS adalah untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, fasilitas, serta tata tertib yang berlaku, tanpa adanya beban tugas fisik yang memberatkan.

Para peserta didik baru sekolah dasar di Batang sedang mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Batang, Senin, 13 Juli 2026. (ANTARA/Kutnadi)
Pemkab Batang telah mewajibkan setiap sekolah merancang kegiatan yang edukatif dan ramah anak. Langkah ini dilakukan guna memberikan kesan positif bagi siswa yang baru menjejakkan kaki di lingkungan pendidikan yang lebih tinggi.
Tak hanya fokus pada pelarangan tindak kekerasan, Dinas Pendidikan juga mendorong para guru dan kepala sekolah proaktif mendata kondisi kesehatan siswa.
"Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi mengingat aktivitas ringan seperti upacara bendera atau latihan baris-berbaris pun memiliki risiko tersendiri bagi siswa dengan kondisi fisik tertentu," tuturnya.