Petugas Kewalahan Tertibkan Pembersih Makam Liar di TPU Kawi-Kawi

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kawi-Kawi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian.

Petugas Kewalahan Tertibkan Pembersih Makam Liar di TPU Kawi-Kawi

Christian • 17 February 2026 15:06

Jakarta: Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat mengaku kesulitan menertibkan keberadaan pembersih makam non-Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) atau liar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kawi-Kawi, Johar Baru. Banyaknya akses pintu masuk yang terhubung langsung dengan permukiman warga menjadi celah utama bagi para oknum tersebut untuk beroperasi di area pemakaman.

“Kami kewalahan dalam mencegah keberadaan para pembersih makam yang merupakan warga sekitar. Pasalnya ada empat pintu akses yang langsung tembus ke pemukiman warga sekitar. Bukan hanya pintu akses masuk saja, tapi jumlah mereka lebih banyak dibanding petugas kami,” ucap Kepala Seksi (Kasie) Jalur Hijau dan Hutan Kota Jakarta Pusat, Muhammad Amri Ramadhan saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa, 17 Februari 2026.
 


Amri menjelaskan pihaknya sempat berupaya menutup empat pintu akses tersebut. Namun, langkah itu mendapat protes keras dari masyarakat dengan alasan akses jalan menjadi terlalu jauh. 

Sementara itu, di lapangan, para peziarah mulai menyuarakan keresahannya terhadap perilaku para pembersih makam liar. Karena dinilai mengganggu kenyamanan saat berdoa.

“Mereka itu kalau datang selalu bergerombol, lebih dari 5 hingga 10 orang mendatangi kami peziarah. Mereka suka memaksa minta duit kepada kami, jadi dengan terpaksa kami kasih. Saya minta Pak Gubernur DKI Jakarta untuk membersihkan pembersih makam liar ini. Kami sangat tidak nyaman,” tegas Rahmat, 28, salah seorang peziarah asal Johar Baru.


Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kawi-Kawi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Aprianto mengaku telah menyiagakan personel Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) di setiap TPU untuk melakukan penghalauan. Langkah kolaborasi ini diharapkan mampu meminimalkan praktik pemaksaan jasa pembersihan makam yang kerap meningkat menjelang Ramadan.

“Sudah sejak kemarin kami terjunkan petugas di TPU di Jakarta Pusat di mana kami berkolaborasi dengan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat. Tugas petugas melakukan penghalauan,” ujar Aprianto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)