Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Enrich
Banjir Surut Lebih Cepat, Pramono Anung Monitor Setiap Jam
Enrich Samuel • 20 February 2026 18:17
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat. Yakni, dalam menangani banjir yang sempat merendam ratusan rukun tetangga (RT) pada 19–20 Februari 2026.
Ia menegaskan genangan yang muncul akibat hujan deras berhasil surut dalam waktu relatif singkat berkat sistem pengendalian yang siaga penuh. Pramono menyebut sejak pagi jajaran Pemprov langsung mengendalikan titik-titik rawan banjir.
“Dari tadi pagi saya mengurus banjir. Tidak begitu lama, tidak lebih dari satu setengah sampai dua jam hampir semua jalan sudah kering,” ujar Pramono saat sesi tanya jawab peresmian Taman Semanggi, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia memastikan sejumlah ruas seperti D.I. Panjaitan, Daan Mogot, hingga Pesing kembali normal setelah petugas melakukan pengendalian intensif.
Ia menjelaskan Pemprov melakukan kontrol per jam terhadap tinggi muka air dan kinerja pompa. Langkah itu, kata dia, membuat genangan cepat tertangani sebelum meluas.
“Semua jalan sekarang sudah tidak terjadi banjir karena saya kontrol terus per jam itu,” tegasnya.
Menghadapi potensi hujan lanjutan, Pramono menegaskan Pemprov mengantisipasi segala kemungkinan dengan berbasis data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia menyampaikan keputusan teknis, termasuk operasi modifikasi cuaca, selalu mempertimbangkan prakiraan resmi.
“Data dari BMKG itu setiap hari kita terima. Kalau memang diperlukan modifikasi cuaca, ya kami lakukan,” katanya.
Menurut dia, Pemprov tidak ragu melakukan modifikasi cuaca apabila curah hujan diprediksi sangat tinggi.
“Kalau BMKG mengatakan kemungkinan curah hujannya di atas 200 milimeter per hari, pasti kami lakukan modifikasi cuaca,” ujar Pramono.
Ia menambahkan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk menekan risiko banjir akibat hujan ekstrem.
.jpeg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara
Selain pengendalian berbasis cuaca, Pemprov DKI mengoptimalkan pompa air, pintu air, serta koordinasi lintas wilayah. Pramono menegaskan jajarannya siaga 24 jam guna memastikan aliran air tetap terkendali, baik dari hujan lokal maupun kiriman dari daerah hulu.
Dengan rangkaian langkah tersebut, Pramono memastikan kondisi Jakarta pada 20 Februari 2026 sudah terkendali. Ia menekankan Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat mitigasi agar dampak banjir dapat ditekan meski intensitas hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.