Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani. Foto: Anadolu
Italia Kecam Kekerasan yang Dilakukan Israel Terhadap Umat Kristen di Tepi Barat
Fajar Nugraha • 12 May 2026 20:31
Roma: Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengutuk apa yang ia sebut sebagai kekerasan yang “tidak dapat diterima” terhadap umat Kristen oleh Israel di Timur Tengah.
Berbicara setelah pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Tajani mengatakan serangan dan tindakan intimidasi yang menargetkan umat Kristen di Lebanon, Israel, dan Tepi Barat, Palestina yang diduduki telah menjadi “terlalu banyak.”
Ditanya tentang insiden kekerasan dan penghinaan yang ditujukan kepada umat Kristen dan nilai-nilai Kristen di Timur Tengah oleh tentara Israel dan penjajah ilegal, Tajani mengatakan: “Saya mengutuk kekerasan terhadap umat Kristen di Lebanon, Israel, dan Tepi Barat. Insiden-insiden ini terlalu banyak dan tidak dapat diterima”.
“Ini juga termasuk perilaku tidak hormat dan penghinaan terhadap nilai-nilai suci yang menyinggung kepekaan umat Katolik. Tidak seorang pun boleh percaya bahwa mereka berhak menghina kepercayaan orang lain,” ujar Tajani.
Menteri Italia itu menambahkan bahwa tidak ada diskusi selama pertemuan mengenai usulan untuk menjatuhkan sanksi kepada para menteri sayap kanan Israel.
Mengenai perang di Ukraina, Tajani mengatakan, Eropa harus memainkan peran sentral dalam setiap perjanjian perdamaian di masa depan dengan Rusia.
“Tanpa Eropa, perjanjian perdamaian dengan Moskow tidak dapat dicapai,” kata Tajani.
Ia mencatat bahwa Uni Eropa telah memberikan dukungan yang luas untuk pertahanan Ukraina, menjatuhkan sanksi kepada Rusia, dan sedang mempersiapkan paket langkah-langkah lainnya.
Tajani juga menyarankan bahwa pencabutan sanksi pada akhirnya dapat menjadi bagian dari proses perdamaian, dengan mengatakan Eropa harus terlibat “pada tahap akhir” negosiasi.
Sebelumnya pada hari itu, ia menolak saran dari Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder dapat bertindak sebagai mediator dalam kemungkinan pembicaraan Uni Eropa-Rusia.
Tajani mengatakan bahwa setiap negosiator yang mewakili Uni Eropa akan dipilih oleh blok itu sendiri, bukan oleh Moskow.