Ilustrasi Pexels
Lebaran 21 Maret, Simak Niat dan Tata Cara Salat Id Serta Mandi Sunah
Muhamad Marup • 19 March 2026 18:00
Lebaran Besok/21 Maret, Simak Niat dan Tata Cara Mandi dan Salat Id
Jakarta: Idulfitri menjadi momen puncak bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Salah satu ibadah utama yang dilaksanakan pada hari tersebut adalah salat Idulfitri atau salat Id.
Ibadah ini memiliki nilai spiritual yang tinggi sebagai bentuk syukur atas kemenangan melawan hawa nafsu. Salat Idulfitri dilaksanakan pada pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur.
Hukum Salat Id adalah sunah muakkad, yaitu sangat dianjurkan untuk dikerjakan, baik secara berjemaah di lapangan atau masjid maupun secara sendiri jika berhalangan.
Niat Salat Idulfitri
Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah. Dalam salat id, niat dilakukan di dalam hati, namun banyak umat Islam juga melafalkannya untuk membantu menghadirkan kesadaran ibadah.
Berikut bacaan atau lafaz niat salat Idulfitri:
Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak‘ataini (ma’m?man/im?man) lill?hi ta‘?l?
Artinya: Aku niat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai makmum atau imam karena Allah Ta’ala.
Bagi yang salat sendiri, niat dapat disesuaikan tanpa menyebut imam atau makmum.
Tata Cara Salat Idulfitri
Pelaksanaan salat Idulfitri terdiri dari dua rakaat dengan beberapa perbedaan dibandingkan salat biasa.
- Rakaat pertama
Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surat Al-A’la, kemudian dilanjutkan dengan ruku, sujud, dan seterusnya hingga berdiri kembali.
- Rakaat kedua
Setelah salat selesai, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khotbah Idulfitri sebagai bagian dari rangkaian ibadah.
(1).jpeg)
Ilustrasi Pexels
Mandi Sebelum Salat Id
Sebelum melaksanakan salat Idulitri, umat Islam juga dianjurkan untuk mandi sunah sebelum shalat Id. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali.
Waktu pelaksanaan mandi bisa sebelum atau setelah shalat subuh di pagi hari itu sebagaimana petunjuk Imam al-Ghazali di atas. Atau jauh sebelumnya, yakni mulai tengah malam sebagaimana penjelasan Syekh al-Baijuri dalam kitabnya Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al- Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’.
Adapun niat mandi sunah sebagaimana petunjuk Syekh al-Baijuri dalam kitab tersebut sebagai berikut:
Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku niat mandi untuk merayakan Iduladha/Idulfitri sebagai sunnah karena Allah taála.” Demikianlah lafal niat mandi sunnah shalat Idulfitri yang cukup pendek dan mudah dihafal. Selamat menjalankan.