Iran Kecam Zelensky, Tuduh Ingin Seret Negara Lain ke Konflik Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: Anadolu

Iran Kecam Zelensky, Tuduh Ingin Seret Negara Lain ke Konflik Ukraina

Fajar Nugraha • 17 March 2026 16:00

Teheran: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuduh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berupaya menyeret negara lain ke dalam konflik yang sedang berlangsung.

Baghaei menyatakan keprihatinan terhadap kondisi rakyat Ukraina yang menurutnya terdampak kebijakan kepemimpinan Zelensky. Ia menilai Zelensky terus melanjutkan kebijakan yang justru memperpanjang konflik.

“Ia kini berupaya menyeret negara lain dalam setiap kesempatan setelah gagal mencapai tujuan yang dipaksakan oleh pihak eksternal,” ucap Baghaei, dikutip dari Viory, Selasa, 17 Maret 2026. Baghaei juga menegaskan Iran tidak terlibat dalam perang di Ukraina.

Menurutnya, tuduhan Kiev terhadap Teheran tidak akan menyelesaikan konflik. Ia menyebut upaya tersebut justru dapat memperburuk situasi dan berpotensi menimbulkan konsekuensi internasional.

Baghaei juga menanggapi pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang meminta Iran menghentikan konflik. Ia menyebut pernyataan tersebut tidak masuk akal dan menegaskan Iran tidak memulai perang.

Ia mengatakan pihak yang memulai konflik seharusnya bertanggung jawab atas situasi yang terjadi. “Kami tidak memulai perang, jadi mengapa kami yang diminta untuk mengakhirinya,” ujar Baghaei.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah operasi militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut diikuti aksi balasan Iran berupa serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan aset militer AS.

Konflik juga berdampak pada jalur pelayaran di Selat Hormuz yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan ini mendorong kenaikan harga minyak global hingga menembus 100 dolar AS per barel dan meningkatkan tekanan terhadap pasar internasional.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)