Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Haru Prabowo Kagumi Siswa Sekolah Rakyat: Saya Sulit Tahan Air Mata
Fachri Audhia Hafiez • 12 January 2026 12:53
Banjarbaru: Presiden Prabowo Subianto mengaku sangat terkesima hingga sulit membendung rasa haru saat meninjau Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kepala Negara dibuat terpukau oleh kemampuan komunikasi multibahasa dan sederet prestasi gemilang yang ditunjukkan para siswa meski baru mengecap pendidikan selama enam bulan.
"Saya terkesima hari ini, terus terang saja terkesima. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa, luar biasa. Bahasa Inggrisnya menurut saya luar biasa," ujar Prabowo dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Senin, 12 Januari 2026.
Sebagai sosok yang lama menghabiskan masa muda di luar negeri, Prabowo menyebut standar kemampuan bahasa Inggris anak-anak tersebut berada di level yang sangat baik. Rasa kagum itu pun berlanjut menjadi apresiasi konkret.
Prabowo berencana memanggil siswa berbakat tersebut. Presiden membuka peluang untuk mengirim mereka belajar ke mancanegara.
"Saya kagum juga sama dia. Nanti yang berbahasa bagus itu suruh menghadap saya ya. Mungkin bagusnya kita kirim juga ke luar negeri, kira-kira gimana? Setuju tidak?" tanya Presiden kepada hadirin yang disambut tepuk tangan riuh.
Suasana semakin emosional ketika Presiden memaparkan pencapaian siswa lainnya yang telah berhasil meraih medali di ajang olimpiade matematika hanya dalam waktu singkat. Prabowo mengakui hatinya bergetar melihat harapan besar pada wajah anak-anak dari latar belakang Sekolah Rakyat tersebut.

Presiden Prabowo Subianto di peresmian 166 Sekolah Rakyat. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
"Luar biasa, baru enam bulan sudah ada yang juara olimpiade matematik. Saya sangat terkesima, sangat terharu bahkan. Mudah-mudahan kamera tidak menuju ke saya tadi, sulit saya tahan air mata juga," ungkap Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa air mata yang keluar merupakan wujud rasa bahagia sekaligus kebanggaan melihat potensi besar anak-anak Indonesia. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat dalam mencetak prestasi dalam waktu singkat adalah bukti bahwa anak bangsa mampu bersaing jika diberikan fasilitas dan kesempatan yang sama.