Implementasi AI Dinilai Dongkrak Produktivitas Bisnis hingga 50%

Artificial Intelligence. Foto: Istimewa

Implementasi AI Dinilai Dongkrak Produktivitas Bisnis hingga 50%

M Sholahadhin Azhar • 6 January 2026 18:05

Jakarta: Optimalisasi implementasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam operasional bisnis dinilai penting. AI diyakini mampu memacu kinerja perusahaan.

"Perusahaan teknologi lokal Indonesia mampu mengimplementasikan AI secara praktis dan terukur, serta menjadikannya sebagai penggerak kinerja dan efisiensi perusahaan," kata Direktur Utama Sumber Sinergi Makmur, Alamsyah, dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Januari 2026.

Optimalisasi AI ini dijalankan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), dengan bergerak di bidang Internet of Things (IoT) untuk sektor transportasi dan manajemen armada. Alamsyah menjelaskan IOTF menyediakan perangkat GPS Tracker serta software as a service (SaaS) untuk pemantauan secara real time armada kendaraan atau aset bernilai.
 


Sejalan dengan perkembangan teknologi global, perusahaannya telah memanfaatkan AI untuk membantu berbagai aktivitas operasional yang repetitif. Alamsyah menjelaskan Implementasi AI memungkinkan proses kerja menjadi lebih cepat, akurat dan berbasis data real-time, sehingga tim internal dapat lebih fokus pada aktivitas strategis dan pengembangan bisnis.

Dampak dari penerapan AI tercermin pada efisiensi operasional dan optimalisasi sumber daya manusia perusahaan. Dari sisi peningkatan produktivitas, Alamsyah menggambarkan saat ini IOTF memiliki pendapatan per karyawan (revenue per head count) sekitar Rp2 miliar.

Pada 2026, IOTF menargetkan peningkatan produktivitas hingga sekitar 50%, dengan sasaran revenue per head count mencapai Rp3 miliar. Pencapaian target tersebut didukung oleh optimalisasi penggunaan AI di seluruh lini operasional.

“Kami membantu pelanggan menyederhanakan proses bisnis mereka, sebagaimana kami juga menerapkannya di dalam perusahaan kami sendiri,” ungkap Alamsyah.

Penerapan AI tersebut terintegrasi dalam sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang dikembangkan secara in-house oleh tim internal IOTF dengan merek Fox Ledger. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas pengembangan sistem, kecepatan adaptasi terhadap kebutuhan bisnis, serta kontrol yang lebih baik pada keamanan dan tata kelola data.


Alamsyah memastikan IOTF menjaga komitmen terhadap kualitas dan keberlangsungan bisnis. Komitmen itu tercermin dengan kepemilikan empat sertifikasi internasional. Yakni, ISO 9001:2015, ISO 27001:2013, ISO 20000-1:2018, dan ISO 22301:2019.

Secara kinerja, Alamsyah optimistis implementasi AI bisa turut mendongkrak pendapatan dan laba bersih IOTF dengan level pertumbuhan dobel digit tahun ini.

“Kami membuat target kenaikan sekitar 30%. Kami akan menjaga tingkat berlangganan tetap tinggi, dan pastinya menjaga efisiensi melalui AI," ujar Alamsyah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)