Tangkal Paham Radikal, BNPT-UIN Walisongo Semarang Perkuat Literasi Kebangsaan

Kepala BNPT, Eddy Hartono. Dok. Istimewa

Tangkal Paham Radikal, BNPT-UIN Walisongo Semarang Perkuat Literasi Kebangsaan

Achmad Zulfikar Fazli • 24 October 2025 13:43

Semarang: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan edukasi dan literasi soal penyebaran paham radikal dan terorisme. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Kepala BNPT, Eddy Hartono, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk pencegahan dari hulu melalui pendekatan literasi dan edukasi di lingkungan perguruan tinggi.

"Ini merupakan upaya pencegahan melalui pendekatan literasi, edukasi, dari hulunya sehingga diharapkan mahasiswa terus berpegang teguh kepada tri dharma pendidikan, yaitu pendidikan dan pelatihan, kemudian penelitian, pengabdian kepada masyarakat" ujar Eddy Hartono, dalam keterangannya, dilansir pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Eddy menekankan pentingnya menghadirkan narasumber, seperti mantan anggota jaringan terorisme, dalam dialog kebangsaan. Sehingga, pesan yang disampaikan lebih komunikatif dan dapat membuka wawasan yang berarti di kalangan mahasiswa.

"Kami melalui dialog kebangsaan kami hadirkan credible voice yaitu mantan-mantan jaringan yang pernah terlibat jaringan terorisme, sehingga lebih komunikatif di dalam dialog, sehingga apa yang disampaikan dan apa yang dirasakan ini dapat menjadi pembelajaran kepada generasi muda, sehingga ke depannya jangan sampai terpapar," jelas Eddy.

Baca Juga: 

Orang Tua Wajib Waspada, Paham Radikal Disusupkan via Game Online


Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Nizar, mengatakan sinergi dengan BNPT penting dalam menjaga lingkungan kampus dari ancaman paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

"Menurut saya, penting diadakan dalam rangka menjaga kampus kita ini dari segala hal yang mengancam eksistensi NKRI," ujar Nizar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)