Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie. Foto: Instagram pribadi Anindya Bakrie.
Indonesia Bidik Rusia Jadi Pasar Baru untuk Perdagangan dan Investasi
Husen Miftahudin • 17 April 2025 18:50
Jakarta: Indonesia tengah menargetkan Rusia sebagai pasar baru untuk perdagangan dan investasi di tengah penerapan tarif timbal balik oleh Amerika Serikat (AS). Pasar Rusia memiliki potensi untuk meningkatkan perdagangan antara kedua negara.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menjelaskan melalui kerja sama perdagangan, peluang investasi dari Rusia akan terbuka, sehingga Indonesia dapat memiliki pasar alternatif untuk perdagangan dan investasi.
"Indonesia tentu terus mencari pasar untuk berdagang dan juga mencari cara untuk saling berinvestasi," kata Anindya dikutip dari Xinhua, Kamis, 17 April 2025.
Saat ini, Indonesia tengah membuka peluang investasi bagi Rusia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut Anindya, sejauh ini Indonesia telah membeli minyak sawit, berbagai jenis mesin, karet, alas kaki, kopi, dan teh dari Rusia. Sementara itu, Rusia membeli pupuk dan berbagai komoditas laut dari Indonesia.
| Baca juga: Indonesia-Rusia Jalin Kerja Sama Lebih Luas di Tengah Perang Dagang |
RI perkuat kemitraan strategis dengan Rusia
Pada Selasa, Indonesia dan Rusia menandatangani nota kesepahaman (MoU) di sektor perdagangan, ekonomi, dan investasi. Penandatanganan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk memperluas pasar perdagangan sambil memperkuat kemitraan strategis dengan negara mitra, termasuk Rusia.
Langkah Indonesia untuk menjadikan Rusia sebagai pasar baru untuk perdagangan dan investasi merupakan strategi penting dalam menghadapi tantangan global. Dengan menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Rusia, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi pasar.