Kabaharkam Polri Komjen Fadil Imran. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Baharkam Polri Luncurkan Tim Patroli Perintis Presisi se-Indonesia
Siti Yona Hukmana • 14 June 2023 19:55
Jakarta: Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri meluncurkan program Patroli Perintis Presisi di setiap Kepolisian Daerah (Polda) seluruh Indonesia. Program ini sebelumnya baru ada di Polda Metro Jaya.
"Saya melaunching Patroli Perintis Presisi di depan para Direktur Samapta dan Dirpamobvit seluruh Indonesia," kata kata Kabaharkam Polri Komjen Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Rabu, 14 Juni 2023.
Fadil mengatakan tim Patroli Perintis Presisi tersebut akan mengedepankan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Program ini mirip dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) serta Polisi RW.
Fadil menyebut tim Patroli Perintis Presisi dan Patroli Kota akan melakukan langkah-langkah preventif terhadap potensi gangguan. Program ini disebut menjangkau lebih jauh dibanding Bhabinkamtibmas dan Polisi RW.
"Kalau Binmas, Bhabinkamtibmas dan Polisi RW yang dia intervensi adalah situasi yang menyebabkan orang melakukan kejahatan. Jadi jauh lebih dalam lagi," kata mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Fadil menuturkan kunci keberhasilan Patroli Perintis Presisi adalah membuat road map agar tujuan patroli jelas dan terukur. Fadil meminta jajaran untuk senantiasa mengidentifikasi setiap permasalahan yang ada.
Dengan begitu, solusi dan antisipasi yang diberikan akan optimal. Hal itu diyakini selaras dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Senantiasa mengidentifikasi permasalahan yang muncul dan akan muncul atas situasi yang terjadi dan tindakan yang sedang maupun akan kita lakukan saat ini. Sehingga solusi, antisipasi, dapat dibuat untuk mengantisipasi dan menyelesaikan permasalahannya," tuturnya.
Fadil juga meminta jajaran berkoordinasi dengan stakeholder terkait serta masyarakat. Hal tersebut penting untuk mengoptimalkan kinerja kepolisian. Salah satunya, patroli dialogis berdiskusi dengan masyarakat.
Dia memandang masyarakat Indonesia adalah kontak antara petugas dengan masalah. Maka itu, dia meminta jajaran mencari solusi yang bermanfaat bersama dengan masyarakat, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin meningkat.
"Menangkap pelaku kejahatan adalah suatu kebanggaan, namun mencegah masyarakat menjadi korban adalah suatu kemuliaan," ucapnya.