Ilustrasi. Medcom.id
Survei: Elektabilitas Rudy Mas'ud dan Seno Aji Unggul Signifikan
Achmad Zulfikar Fazli • 25 September 2024 16:55
Jakarta: Elektabilitas pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud dan Seno Aji, unggul signifikan dari petahana Isran Noor-Hadi Mulyadi di Pilgub Kaltim 2024. Dalam jawaban pilihan top of mind, elektabilitas pasangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji mencapai 49,4 persen.
Elektabilitas pasangan petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi hanya 29,7 persen. Pemilih yang menyatakan tidak akan memilih, rahasia, belum memutuskan, tidak tahu, atau tidak menjawab mencapai 20,9 persen.
Dalam simulasi secara tertutup dengan menggunakan kertas kuesioner, pasangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji mengungguli Isran Noor dan Hadi Mulyadi di tiga kota dan enam kabupaten di Kalimantan Timur.
"Pasangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji diprediksi akan meraih kemenangan di Pilkada 2024," kata Direktur Eksekutif Geopolitic Research Center (GRC) Alfian Septiansyah dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 September 2024.
Alfian menjelaskan elektabilitas Rudy Mas'ud dan Seno Aji di Kota Samarinda mencapai 61,4 persen. Pasangan petahana hanya 33,7 persen dan tidak memilih 4,9 persen. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, pasangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji unggul dengan 63,2 persen, sedangkan Isran Noor dan Hadi Mulyadi memperoleh 30,1 persen, dan responden yang tidak memilih sebesar 6,7 persen.
Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pasangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji memiliki tingkat keterpilihan hingga 54,3 persen. Sedangkan, Isran Noor dan Hadi Mulyadi memperoleh 39,4 persen, dan tidak memilih 6,3 persen.
Di Kabupaten Kutai Barat, pasangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji memiliki tingkat keterpilihan 52,2 persen. Petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi memperoleh 40,1 persen, dan tidak memilih 7,7 persen.
"Terakhir, di Kabupaten Mahakam Ulu, pasangan calon Rudy Mas'ud dan Seno Aji unggul dengan perolehan suara 50,2 persen, sementara pasangan calon Isran Noor dan Hadi Mulyadi memperoleh 46,4 persen, dan tidak memilih 3,4 persen," kata Alfian.
Baca Juga:
KPU Gunakan Kembali Sirekap di Pilkada 2024 |
Alfian menilai rendahnya tingkat keterpilihan pasangan petahana Isran Noor dan Hadi Mulyadi dapat dikaitkan dengan peningkatan jumlah pemilih rasional, terutama di kalangan generasi Z dan milenial.
Kelompok ini menilai petahana tidak konsisten dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab selama lima tahun terakhir. Petahana juga dinilai gagal mempertahankan basis suara atau konstituen, serta gagal mengatasi situasi pandemi.
Di masa pandemi, lanjut Alfian, masyarakat mengharapkan solusi untuk mengatasi kesulitan di berbagai aspek kehidupan. Namun, pasangan petahana gagal memenuhi harapan tersebut, dan program kerja yang diluncurkan tidak mampu membantu warga keluar dari kesulitan yang dihadapi.
Situasi ini mendorong masyarakat untuk berpikir secara rasional dan beralih kepada kandidat baru. Kegagalan dan kekalahan petahana juga tidak terlepas dari kurangnya konsolidasi dengan berbagai partai politik yang berpotensi menjadi pengusung pada Pilkada 2024.
"Pada kenyataannya, hanya dua partai politik pemilik kursi di DPRD Kalimantan Timur yang berhasil dikonsolidasikan oleh Isran Noor, yang menunjukkan keterbatasan dalam dukungan politik," ujar Alfian.
Survei ini melibatkan 1.480 responden yang memenuhi syarat sebagai pemilih, yaitu individu yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah pada saat survei berlangsung, pada periode 12 hingga 22 September 2024.
Metodologi yang digunakan multistage random sampling, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner. Margin of error dalam survei ini adalah +/- 2,55 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.