Dokumentasi Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani saat memantau penyaluran air bersih kepada masyarakat. ANTARA/Diskominfo Dharmasraya.
Pemkab Dharmasraya Salurkan 634.500 Liter Air Bersih Selama Tanggap Darurat Kekeringan
Silvana Febiari • 24 September 2026 20:39
Dharmasraya: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar), menyalurkan 634.500 liter air bersih kepada masyarakat selama masa tanggap darurat kekeringan. Masa tanggap darurat tersebut resmi berakhir pada Rabu, 23 September 2026.
“Distribusi air bersih selama masa kekeringan dilakukan berdasarkan kondisi dan laporan masyarakat, sehingga bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang memang mengalami kekurangan air," ujar Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi, dilansir dari Antara, Kamis, 24 September 2026.
Berdasarkan rekapitulasi BPBD, distribusi air bersih menjangkau 29 nagari (desa adat) di 10 kecamatan. Total penerima manfaat mencapai 6.276 kepala keluarga serta dua sekolah yang terdampak.
Ia merinci wilayah jumlah distribusi di setiap Kecamatan, di antaranya Koto Baru 33 tangki, Kecamatan Pulau Punjung 26 tangki, Kecamatan Tiumang Tiumang 22 tangki, Kecamatan Sitiung 14 tangki.
Selanjutnya Kecamatan Koto Salak 14 tangki, Kecamatan Timpeh 10 tangki, Kecamatan Koto Besar sembilan tangki, Kecamatan Padang Laweh delapan tangki, Kecamatan Sungai Rumbai tiga tangki, dan Kecamatan Asam Jujuhan dua tangki.
Penanganan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Dharmasraya dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi darurat.
Pemkab Dharmasraya juga menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Sumatera Barat, BPBPK, Balai Wilayah Sungai (BWS), Kodim 0310/SSD, Polres Dharmasraya, dan Brimob yang telah mendukung armada maupun personel dalam mendistribusikan air bersih.
"Dan ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pihak perusahaan telah membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak," ujarnya.

Ilustrasi-kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.
Berakhirnya masa tanggap darurat tidak menghentikan pemantauan BPBD terhadap kondisi masyarakat. Terutama apabila masih terdapat wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
Kondisi cuaca di Kabupaten Dharmasraya sudah mulai turun hujan di sejumlah wilayah sejak 22 September 2026. Hal ini membantu pemulihan sumber air masyarakat setelah menghadapi musim kemarau dan kekeringan.