Ilustrasi. Foto: Dok. Media Indonesia.
Edukasi Saham Tingkatkan Literasi Pasar Modal
Fachri Audhia Hafiez • 22 September 2026 19:59
Jakarta: Tingginya biaya pelatihan dan kelas pasar modal berbayar sering kali menjadi kendala utama bagi masyarakat yang ingin terjun ke dunia investasi. Kondisi tersebut mendorong hadirnya akses materi pasar modal secara gratis.
"Ada orang yang memang ingin serius mempelajari saham, tetapi belum memiliki modal yang cukup untuk mengikuti berbagai kelas atau program edukasi berbayar," kata kreator konten Rich Digital Store, Muhammad Faris Ulul Azmi, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Akses materi pasar modal secara gratis hadir melalui platform Rich Digital Store. Layanan ini hadir guna menjembatani keterbatasan finansial para calon investor pemula.
Faris membagikan materi teknis seperti analisis teknikal, cara membaca orderbook, penggunaan indikator, hingga penyusunan screener saham yang umumnya hanya didapatkan melalui program pelatihan berbiaya tinggi. Langkah ini dilandasi dorongan untuk membantu masyarakat yang memiliki komitmen belajar tinggi namun terkendala dana.
"Saya percaya, ketika saya berbagi kebaikan, Insya Allah hidup saya juga akan selalu disertai kebaikan oleh Tuhan. Saya adalah orang yang sangat percaya kepada Tuhan, dan saya percaya bahwa setiap ilmu yang kita punya sebenarnya adalah titipan yang suatu saat harus bisa memberikan manfaat untuk orang lain," kata Faris.

Ilustrasi. Foto: Unsplash.com.
Meski dibagikan tanpa pemungutan biaya, riset serta uji coba materi dilakukan secara terukur dan penuh komitmen. Dalam mengembangkan serta menguji keandalan parameter screener saham, Faris bahkan rela merogoh kocek pribadi hingga puluhan juta rupiah sebelum membagikan metodenya secara terbuka.
Inisiatif penyediaan materi secara terstruktur ini diharapkan dapat membantu investor ritel pemula membangun kemandirian analisis serta memahami kalkulasi risiko secara tepat sebelum mengambil keputusan investasi di pasar modal.