Ilustrasi harga minyak dunia naik. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Memanasnya Ketegangan AS-Iran
Husen Miftahudin • 29 June 2026 08:47
Houston: Harga minyak dunia bergerak naik pada perdagangan awal Asia, Senin, setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sepanjang akhir pekan memunculkan keraguan terhadap keberlanjutan kesepakatan damai sementara kedua negara.
Pelaku pasar kini menaruh perhatian pada rencana pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran di Qatar pekan ini.
Mengutip Investing.com, Senin, 29 Juni 2026, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Agustus tercatat naik 0,8 persen menjadi USD72,56 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah harga minyak sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir.
Sebelumnya, penandatanganan kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran sempat mendorong investor mengurangi premi risiko pada harga minyak.
Perbaikan kondisi pasokan turut memberi tekanan terhadap harga minyak dalam beberapa hari terakhir. Arus distribusi melalui Selat Hormuz dilaporkan mulai kembali mendekati level normal seperti sebelum konflik pecah pekan lalu.
Normalisasi jalur pelayaran tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu menekan kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan energi global.
| Baca juga: Harga Minyak Diperkirakan Turun Lebih Dalam setelah Mencapai Titik Terendah |
Serangan baru picu kekhawatiran
Meski demikian, serangan yang kembali terjadi sepanjang akhir pekan meningkatkan kekhawatiran terhadap rapuhnya kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.
Kedua negara dilaporkan kembali saling melancarkan serangan di tengah perselisihan terkait klaim Teheran atas otoritas di kawasan Hormuz. Situasi ini sempat memperlambat aliran distribusi minyak dan mendorong harga naik pada awal pekan.
Namun, penguatan harga minyak tertahan setelah laporan Axios menyebut AS dan Iran sepakat menghentikan permusuhan dalam waktu dekat serta menggelar pembicaraan baru di Qatar.
Pada pekan lalu, harga minyak tercatat turun lebih dari 10 persen dan kembali ke level sebelum konflik pecah. Penurunan itu dipicu oleh kesepakatan perdamaian sementara antara AS dan Iran untuk mengakhiri eskalasi konflik dan membuka ruang negosiasi yang lebih luas. Kesepakatan tersebut memberi sinyal stabilitas sementara bagi pasar energi global.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Konflik Israel-Lebanon masih jadi tantangan
Di luar perkembangan hubungan AS-Iran, konflik antara Israel dan Lebanon masih menjadi salah satu hambatan utama dalam pembahasan perdamaian kawasan.
Teheran dilaporkan meminta agar isu Lebanon turut dimasukkan dalam kesepakatan damai yang lebih besar.
Sementara itu, bentrokan antara Israel dan kelompok Hezbollah terus berlangsung di wilayah Lebanon Selatan, meskipun berbagai upaya mediasi gencatan senjata telah dilakukan.