Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo. Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Pramono Wajibkan Ornamen Betawi di Seluruh Gapura Jakarta
Fachri Audhia Hafiez • 15 February 2026 20:38
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera merealisasikan perombakan total gapura batas kota hingga tingkat kecamatan dengan mewajibkan penggunaan ornamen khas Betawi. Kebijakan ini sudah masuk tahun anggaran 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan langkah ini diambil untuk mempertegas identitas Jakarta sesuai amanat UU Nomor 2 Tahun 2024. Beleid ini menempatkan kebudayaan Betawi sebagai prioritas utama setelah Jakarta tidak lagi menyandang status Ibu Kota.
“Segera dimulai. Karena kemarin kan anggarannya baru, anggaran tahun ini, tahun 2026. Nanti saya akan rombak gapura batas kota, batas kecamatan, seluruhnya harus ada ornamen Betawi,” kata Pramono di Jakarta Pusat, dilansir Antara, Minggu, 15 Februari 2026.
Pramono mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap desain penanda wilayah saat ini yang dinilai tidak memiliki karakter kuat. Untuk itu, ia telah menyiapkan arsitek terbaik guna mendesain ulang gapura hingga kawasan ikonik seperti Blok M, Pasar Baru, dan Pecinan Glodok agar menonjolkan nuansa Betawi yang autentik.
"Saya bilang warnanya harus Betawi, sekarang warnanya tanggung, Betawi kagak, nasional kagak. Saya ingin memberikan warna Betawi yang sebenar-benarnya. Prioritas utamanya adalah Betawi, jadi tidak boleh setengah-setengah," ucap Pramono.
Rencana ini disambut antusias oleh Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo. Mantan Gubernur Jakarta yang akrab disapa Foke ini menilai kebijakan tersebut merupakan momentum besar bagi masyarakat Betawi untuk menunjukkan eksistensi budayanya di ruang publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo. Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
“Jadi kalau kaum Betawi tidak bisa memanfaatkan ini, yang salah bukan pemerintah provinsi. Yang salah adalah orang Betawi. Kita harus 'speed up' untuk merespons apa yang diharapkan Gubernur,” ujar Foke.
Proyek perombakan estetika kota ini diproyeksikan tidak hanya menyasar gapura fisik. Namun, juga akan diintegrasikan pada papan iklan (billboard) di titik-titik strategis untuk menciptakan harmoni visual yang kental dengan budaya lokal di seluruh wilayah Jakarta.