Gedung Depo Sampah Rorotan, Jakut. Foto: Metro TV/Dimas Chairullah.
Rantai Pasok Pengolahan Sampah Rorotan: Bermula dari Ember Dapur Berakhir di TPS 3R
Dimas Chairullah • 9 May 2026 12:13
Jakarta: Keberhasilan pemangkasan puluhan ton volume sampah di Kelurahan Rorotan tidak terlepas dari sistem rantai logistik yang terbangun rapi. Mulai dari area dapur hingga pengolahan TPS 3R, manajemen limbah memiliki alur estafet terstruktur yang patut menjadi percontohan bagi Gerakan Deklarasi Pilah Sampah dan Pencanangan HUT DKI Jakarta untuk Minggu, 10 Mei 2026.
"Start awal dari dapur rumah tangga, sisa sayuran dan ikan dimasukkan warga ke ember khusus. Lalu dibuang ke drop point atau tong biru di setiap RT. Dari situ, dibawa oleh tim kami untuk ditimbang dan diolah ke TPS 3R," kata Ketua RW 07 Rorotan, Idil Adha kepada Metrotvnews.com, Sabtu, 9 Mei 2026.
Praktiknya di lapangan membutuhkan kedisiplinan tingkat tinggi. Warga kini dibekali tempat penampungan terpisah untuk menahan sampah plastik tetap di area depan rumah.
Baca Juga :

Petugas kembali memilah sampah di Depo Sampah Rorotan. Foto: Metro TV/Dimas Chairullah.
Sementara sampah organik disimpan di area belakang. Mengingat mayoritas ibu-ibu di lingkungan tersebut adalah pekerja, petugas kebersihan menyesuaikan ritme dengan melakukan penjemputan ke drop point setiap dua hari sekali.
Sesampainya di fasilitas TPS 3R, petugas melakukan finalisasi penyortiran jenis material mulai dari kertas, kaca, hingga logam sebelum didistribusikan.
Meski sistem berjalan lancar, tantangan operasional masih membayangi. Petugas TPS 3R, Eko Hari Purnomo, mengakui bahwa kekurangan tenaga kerja di lapangan menjadi kendala terbesar saat ini.
Padahal, pihak pengurus merencanakan percepatan alur penarikan limbah organik menjadi setiap hari agar proses peleburan bubur maggot berjalan lebih maksimal.