Rusia Tolak Resolusi Anti-Iran yang Didukung AS di Dewan Keamanan PBB

Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pertemuan. Foto: UNTV

Rusia Tolak Resolusi Anti-Iran yang Didukung AS di Dewan Keamanan PBB

Fajar Nugraha • 9 May 2026 08:13

New York: Rusia menolak resolusi anti-Iran yang didukung Amerika Serikat dalam pembahasan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai keamanan maritim di kawasan Teluk Persia pada Kamis malam, 7 Mei 2026.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, mengatakan Moskow tidak akan mendukung dokumen yang hanya menyalahkan Iran tanpa membahas akar persoalan di kawasan. Menurutnya, konflik di Timur Tengah dipicu oleh tindakan agresif Amerika Serikat dan Israel yang terus memperburuk situasi regional.

“Kami menolak segala upaya untuk memaksakan narasi yang tidak seimbang terhadap Iran tanpa mempertimbangkan motif dan akar penyebab krisis,” ujar Nebenzya, dikutip dari media Press TV, Jumat, 8 Mei 2026.

Ia juga memperingatkan bahwa resolusi yang dinilai berpihak dapat memicu gelombang ketegangan baru di Timur Tengah.

Nebenzya menegaskan keamanan pelayaran di kawasan Teluk Persia tidak dapat diwujudkan melalui kecaman sepihak maupun langkah provokatif. Menurutnya, stabilitas hanya dapat tercapai jika konflik yang sedang berlangsung dihentikan dan seluruh operasi militer di kawasan diakhiri.

Rusia juga meminta seluruh anggota Dewan Keamanan PBB menghindari langkah yang dapat memperkeruh situasi. Moskow menilai pendekatan konfrontatif hanya akan meningkatkan risiko konflik dan mengganggu keamanan jalur pelayaran internasional.

Sikap Rusia tersebut sejalan dengan posisi Tiongkok yang sebelumnya menolak rancangan resolusi serupa yang dipimpin Bahrain dan didukung AS. Rusia dan Tiongkok bahkan menggunakan hak veto awal tahun ini terhadap rancangan yang dinilai memberi ruang bagi tindakan agresif terhadap Iran.

Iran selama ini menegaskan langkah-langkah yang dilakukan di kawasan Teluk Persia merupakan respons sah terhadap agresi asing dan bertujuan melindungi kedaulatan negara serta jalur energi internasional. Teheran juga menuduh provokasi yang dipimpin AS, termasuk serangan militer dan upaya internasionalisasi konflik, justru memperburuk situasi kawasan.

Rusia menilai penyelesaian konflik harus dilakukan melalui dialog, deeskalasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Moskow menyebut pendekatan tersebut sejalan dengan seruan Iran untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Barat.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)