Penandatanganan PPTI antara KEK Industropolis Batang dengan PT Simone Batang Indonesia. Foto: Istimewa.
Korea Selatan Suntik Investasi Rp429 Miliar di KEK Industropolis Batang
Husen Miftahudin • 7 May 2026 21:27
Jakarta: KEK Industropolis Batang berhasil menarik investasi asing langsung (FDI) dari Korea Selatan melalui kehadiran PT Simone Batang Indonesia, perusahaan manufaktur global berbasis produk berbahan kulit yang berorientasi ekspor.
Komitmen investasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati dan Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia Kim Jung Shik.
Dengan nilai investasi mencapai Rp429 miliar, PT Simone Batang Indonesia akan membangun fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare. Proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja dan memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai salah satu pusat industri padat karya berbasis ekspor di Indonesia.
Masuknya investasi ini menjadi relevan di tengah upaya Indonesia memperkuat daya saing industri manufaktur global, khususnya dalam menarik relokasi dan ekspansi perusahaan internasional. Indri menyampaikan kehadiran PT Simone mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
"Investasi ini menunjukkan Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Kami melihat tren yang semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor," ucap Indri seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.

(Penandatanganan PPTI antara KEK Industropolis Batang dengan PT Simone Batang Indonesia. Foto: Istimewa)
Komitmen investasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Indri Septa Respati dan Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia Kim Jung Shik.
Dengan nilai investasi mencapai Rp429 miliar, PT Simone Batang Indonesia akan membangun fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare. Proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja dan memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai salah satu pusat industri padat karya berbasis ekspor di Indonesia.
Masuknya investasi ini menjadi relevan di tengah upaya Indonesia memperkuat daya saing industri manufaktur global, khususnya dalam menarik relokasi dan ekspansi perusahaan internasional. Indri menyampaikan kehadiran PT Simone mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
"Investasi ini menunjukkan Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Kami melihat tren yang semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor," ucap Indri seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.
| Baca juga: Rosan: 32% Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Ditopang dari Investasi |

(Penandatanganan PPTI antara KEK Industropolis Batang dengan PT Simone Batang Indonesia. Foto: Istimewa)
Indonesia jadi lokasi strategis untuk ekspansi jangka panjang
PT Simone merupakan perusahaan manufaktur global yang telah berdiri sejak 1987 dan memiliki jejak operasi di berbagai negara, termasuk Vietnam dan Kamboja. Secara global, perusahaan ini menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia dan 30 persen pasar Amerika Serikat (AS), dengan nilai ritel mencapai lebih dari USD 7 miliar.
Kim Jung Shik menyebut Indonesia sebagai lokasi strategis untuk ekspansi jangka panjang perusahaan. "Kami melihat Indonesia sebagai salah satu basis produksi masa depan di Asia," tutur dia.
"KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi keunggulan yang kami butuhkan, mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja," tambah Kim Jung Shik menjelaskan.
Adapun pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai dalam dua bulan ke depan, dengan target penyelesaian konstruksi pada Juli 2026 dan mulai beroperasi secara bertahap pada Juli 2027.
Selain memperluas basis produksi global, investasi ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung melalui peningkatan ekspor serta penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com