Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait . Antara/Walda Marison
Kemenhan Ungkap Poin Kerja Sama Militer RI-Jepang
Gabriella Thesa Widiari • 5 May 2026 12:32
Jakarta: Kementerian Pertahanan (Kemenhan) merinci poin penguatan kerja sama militer dengan Jepang. Hal ini diungkapkan usai penandatanganan Defence Cooperation Arrangement (DCA), Senin, 4 Mei 2026.
"Kesepakatan ini mencakup peningkatan pertukaran personel, pendidikan dan penelitian, latihan bersama, kerja sama keamanan maritim, serta kerja sama dalam penanggulangan bencana," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Selain itu, DCA juga membuka ruang kerja sama di bidang peralatan pertahanan dan teknologi, yang akan dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan nasional masing-masing negara. Menurut Rico, kerja sama ini merupakan langkah strategis yang sangat berdampak pada peningkatan kualitas pertahanan Indonesia.
Dengan menggandeng Jepang, Indonesia diharapkan mampu menerima transfer teknologi pertahanan ataupun pendidikan militer yang dapat meningkatkan kualitas industri pertahanan dalam negeri dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Rico melanjutkan, ke depan Kemenhan akan mengimplementasikan poin kerja sama itu dalam bentuk kegiatan-kegiatan militer. Dia berharap kerja sama ini dapat terjalin dengan baik sehingga pertahanan kedua negara bisa semakin kuat dan saling menguntungkan satu sama lain.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menandatangani DCA di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Mei 2026.
Penandatanganan itu dilakukan setelah kedua belah pihak mendiskusikan ragam poin kerja sama di aula Bhineka Tunggal Ika, kantor Kementerian Pertahanan.