Warga Iran berunjuk rasa mengecam kondisi perekonomian negara pada 29 Desember 2025. (Anadolu Agency)
Kedubes AS Keluarkan Peringatan Darurat: Tinggalkan Iran Sekarang Juga!
Willy Haryono • 13 January 2026 17:05
Washington: Kedutaan Besar virtual Amerika Serikat untuk Iran memperingatkan warga negara Amerika agar segera meninggalkan negara tersebut tanpa penundaan, seiring eskalasi keresahan nasional.
“Segera tinggalkan Iran,” demikian peringatan keamanan yang dikeluarkan kedutaan, seraya meminta warga AS merencanakan keberangkatan tanpa mengandalkan bantuan pemerintah Amerika Serikat.
“Jika tidak dapat meninggalkan Iran, carilah lokasi aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya,” tambah pernyataan tersebut, seperti dikutip Anadolu, Selasa, 13 Januari 2026.
Peringatan itu juga meminta warga AS di Iran bersiap menghadapi pemadaman internet lanjutan, menyiapkan alternatif komunikasi, serta jika memungkinkan dapat mempertimbangkan keluar dari Iran melalui jalur darat menuju Armenia atau Türkiye.
Warga negara ganda AS–Iran diwajibkan keluar menggunakan paspor Iran, karena pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan mereka semata-mata sebagai warga Iran.
“Menunjukkan paspor AS atau memperlihatkan keterkaitan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang,” demikian peringatan tersebut.
Pemerintahan Trump Pertimbangkan Opsi Militer dan Terselubung
Pada Senin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif 25 persen terhadap “setiap dan semua” negara yang berbisnis dengan Iran, di tengah penindakan pemerintah terhadap aksi demonstrasi anti-pemerintah yang terus meluas.Meski berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika otoritas setempat menggunakan kekuatan mematikan untuk menekan protes, Trump juga menyatakan kesediaannya menjajaki kemungkinan diplomasi dengan Teheran.
Sejumlah laporan menyebutkan Trump pada Senin menerima paparan mengenai berbagai opsi untuk bertindak terhadap Iran selain serangan udara militer konvensional. CBS News melaporkan bahwa beragam instrumen militer dan operasi terselubung tersebut dapat mencakup opsi operasi siber serta kampanye psikologis untuk mengganggu struktur komando Iran, komunikasi, dan media milik negara.
Mengutip dua pejabat Pentagon, CBS News menyebutkan operasi siber dan psikologis dapat digelar secara terpisah maupun bersamaan, meski keputusan final belum diambil. Tim keamanan nasional Trump juga dijadwalkan membahas pembaruan opsi terkait Iran di Gedung Putih pada Selasa.
Trump pada Minggu mengatakan pemerintahannya memantau ketat situasi di Iran dan mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat” seiring meningkatnya laporan jumlah korban tewas dalam protes yang berlangsung.
“Kami akan mengambil keputusan,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa ia menerima laporan setiap jam mengenai Iran, tanpa merinci kapan, di mana, atau bagaimana Amerika Serikat akan bertindak.
Baca juga: Menlu Iran Tuduh Aksi Protes Sengaja Dibuat Berdarah untuk Dalih Intervensi AS