Ilustrasi Anadolu
Iran Tegaskan Jalur Komunikasi dengan AS Tetap Terbuka
Fajar Nugraha • 12 January 2026 20:10
Teheran: Saluran komunikasi tetap terbuka antara Iran dan utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Timur Tengah, meskipun tidak ada hubungan diplomatik. Hal ini ditegaskan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Senin 12 Januari 2026.
“Saluran komunikasi antara menteri luar negeri kami (Abbas Araghchi) dan utusan khusus presiden Amerika Serikat tetap terbuka,” kata juru bicara kementerian Baghaei dalam komentar yang disiarkan oleh televisi pemerintah, yang tampaknya merujuk pada Steve Witkoff.
“Pesan dipertukarkan kapan pun diperlukan,” kata Baghaei, seperti dikutip dari Arab News.
Keadaan terkendali
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, pasukan keamanan memiliki “kendali penuh” atas negara itu setelah dua minggu kekacauan yang terus berlanjut. Dia menuduh Israel dan AS memicu protes nasional yang telah menewaskan ratusan orang.Abbas Araghchi mengulangi klaim pemerintah Iran bahwa “perusuh dan teroris” telah membunuh polisi dan warga sipil serta menghancurkan properti publik menggunakan “kekerasan ala ISIS.” Demonstrasi berlanjut hingga Senin.
“Kami memiliki banyak bukti yang menunjukkan campur tangan AS dan Israel dalam perang teroris ini,” kata Araghchi.
“Israel bertanggung jawab langsung, dan juga Amerika melalui pernyataan mereka dengan mempromosikan kekerasan,” imbuhnya.
Protes di Iran meletus pada 28 Desember setelah penurunan nilai mata uang secara tiba-tiba.
Protes tersebut meluas menjadi tantangan terbesar dan paling keras terhadap pemerintahan Ali Khamenei dan Republik Islam sejak didirikan setelah revolusi 1979 yang menggulingkan seorang raja pro-AS.
Lebih dari 540 orang tewas dalam protes dan lebih dari 10.000 orang ditangkap, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia, yang melacak demonstrasi di 186 kota di 31 provinsi Iran. Komunikasi sebagian besar terputus, yang menyulitkan untuk melacak cakupan penuh gerakan tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Washington sedang mempertimbangkan opsi potensial sebagai tanggapan terhadap laporan tentang penindakan mematikan di Iran, tetapi menambahkan bahwa kepemimpinan Teheran telah menghubungi untuk mencari pembicaraan.
“Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang melihat beberapa opsi yang sangat kuat,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One saat ia kembali ke Washington dari rumahnya di Mar-a-Lago, Florida.
“Kami akan membuat keputusan,” ungkap Trump.
Sementara Araghchi mengatakan, “Iran siap untuk negosiasi berdasarkan rasa saling menghormati, kepentingan nasional, dan negosiasi yang serius dan nyata.” Ia tidak memberikan detail lebih lanjut.