Pemprov DKI Targetkan Penurunan Angka Stunting Jadi 15 persen

Ilustrasi stunting. Foto: MI.

Pemprov DKI Targetkan Penurunan Angka Stunting Jadi 15 persen

Anggi Tondi Martaon • 19 June 2026 11:22

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan angka stunting turun menjadi 15 persen. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kecukupan gizi dan kesehatan mental bagi anak pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

"Angka stunting di Jakarta di tahun 2025 17,2 persen. Target dari Pemprov DKI, dapat menurunkan angka stunting di angka 15 persen," kata Kepala Bidang Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dody Taruna Dwiputra, dikutip dari Antara, Jumat, 19 Juni 2026

Dalam seminar daring bertema Isi Piringnya, Isi Hatinya, Kecukupan Gizi dan Kesehatan Mental untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal, Dody menyampaikan 1.000 HPK merupakan periode terpenting dalam keseluruhan hidup manusia. Periode itu dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan dan 730 hari setelah lahir.

"Pada masa tersebut, terjadi perkembangan otak, pertumbuhan badan, perkembangan sistem metabolisme tubuh, dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang begitu besar dan cepat," ujar Dody. 

Maka dari itu, periode 1.000 HPK harus dioptimalkan dengan menjaga kesehatan calon ibu dan anak, memberikan asupan gizi dan nutrisi tepat dan seimbang, memberikan stimulasi yang mencukupi, pola pengasuhan yang baik, dan menyediakan lingkungan yang mendukung tidak hanya untuk anak, tetapi juga untuk ibu dalam sebuah keluarga.

Ilustrasi stunting. Foto: MI.

Dody menekankan keluarga merupakan lingkungan utama dan pertama yang paling dekat dengan anak. Keluarga  mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengasuh, membina tumbuh kembang, serta melindungi anak dari tindak kekerasan dan diskriminasi yang juga merupakan salah satu upaya pencegahan stunting.

Sementara itu, kegiatan sosialisasi yang melibatkan sejumlah pakar kesehatan itu ditujukan khususnya bagi remaja perempuan. Sebab, mereka akan menjadi calon pengantin, calon ibu, dan para ibu.

Sosialisasi terkait percepatan penurunan stunting tersebut diharapkan dapat diimplementasikan oleh seluruh masyarakat. 

(Anggi Tondi)