Menteri Kebudayaan Sebut Film Indonesia Kini Jadi 'Tuan Rumah' di Negeri Sendiri

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Dok: MTVN/Putri Purnama

Menteri Kebudayaan Sebut Film Indonesia Kini Jadi 'Tuan Rumah' di Negeri Sendiri

Putri Purnama Sari • 18 June 2026 17:39

Jakarta: Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyebut industri perfilman nasional menunjukkan perkembangan yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu indikatornya adalah semakin dominannya film Indonesia di bioskop dalam negeri, dengan pangsa pasar yang telah menembus lebih dari 60 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon dalam acara konferensi pers peluncuran Festival Film Indonesia (FFI) 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa film Indonesia kini semakin diterima dan dicintai oleh masyarakat.

“Perfilman Indonesia dari waktu ke waktu semakin menjadi tuan rumah di Indonesia. Ini yang paling penting. Karena selama bertahun-tahun kita tidak pernah benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Fadli Zon, Kamis, 18 Juni 2026.

Film Indonesia Makin Diminati Masyarakat

Fadli Zon menilai peningkatan minat masyarakat terhadap film nasional merupakan kabar baik bagi perkembangan industri kreatif Indonesia. Saat ini, semakin banyak penonton yang memilih menyaksikan karya anak bangsa ketimbang film internasional.

Menurutnya, pangsa pasar film Indonesia di bioskop nasional telah mencapai 67 persen. Angka tersebut menunjukkan kualitas film Indonesia semakin mampu bersaing dan mendapat tempat di hati penonton.

Capaian tersebut juga menjadi bukti para pelaku industri perfilman nasional berhasil menghadirkan karya-karya yang relevan, berkualitas, dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Masih Banyak Daerah Belum Memiliki Bioskop

Meski demikian, Fadli Zon mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan besar yang harus dihadapi industri perfilman Indonesia. Salah satunya, belum meratanya akses masyarakat terhadap bioskop.

Ia menyoroti masih banyak daerah di Indonesia yang belum memiliki layar bioskop sehingga masyarakat setempat belum dapat menikmati film nasional secara optimal. Pemerintah pun mendorong adanya investasi yang lebih besar dalam pembangunan bioskop dan penambahan layar di berbagai wilayah Indonesia.

“Masih banyak daerah yang belum mempunyai layar bioskop. Ini menjadi salah satu tantangan kita agar semakin banyak investasi untuk pembangunan layar-layar bioskop sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati film Indonesia,” katanya.

Perfilman Jadi Bagian Penting Kemajuan Kebudayaan

Fadli Zon menegaskan bahwa perfilman memiliki peran strategis dalam pengembangan kebudayaan nasional. Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media yang mampu merekam perjalanan bangsa, menyampaikan nilai-nilai budaya, serta memperkuat identitas nasional.

Melalui film, berbagai cerita tentang kehidupan masyarakat Indonesia dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus diperkenalkan kepada dunia internasional.

Pemerintah terus berkomitmen mendukung kemajuan industri perfilman melalui berbagai program, termasuk penyelenggaraan Festival Film Indonesia yang setiap tahun menjadi ajang apresiasi bagi insan perfilman Tanah Air.

FFI 2026 Diharapkan Perkuat Ekosistem Perfilman Nasional


Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dan Komite FFI, Dok: MTVN/Putri Purnama

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Perfilman Indonesia, Komite FFI 2026, dan seluruh insan perfilman yang terus berkontribusi memajukan industri film nasional. Menurutnya, Festival Film Indonesia tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang kolaborasi yang memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.

Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap film nasional dan dukungan berbagai pihak, Fadli Zon optimistis perfilman Indonesia akan terus berkembang dan semakin diperhitungkan di tingkat global.

“Film Indonesia harus semakin terlihat di dunia internasional. Karena melalui film, kita memperkenalkan identitas, budaya, dan cerita bangsa Indonesia kepada masyarakat dunia,” tambahnya.

(Arga Sumantri)