Belasan Santriwati Panti Asuhan di Magelang Diduga Keracunan Nasi Bungkus

Panti Asuhan Daarul Hikmah Putri Muhammadiyah Borobudur di Magelang. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)

Belasan Santriwati Panti Asuhan di Magelang Diduga Keracunan Nasi Bungkus

23 June 2026 11:22

Magelang: Belasan santriwati Panti Asuhan Daarul Hikmah Putri Muhammadiyah Borobudur atau Panti Asri dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan. Insiden tersebut terjadi setelah para santriwati mengonsumsi nasi bungkus yang diterima pada Minggu, 21 Juni 2026. 

Ketua Panti Asuhan Daarul Hikmah Putri Muhammadiyah, Yus Listiawan, menjelaskan sebagian nasi dimakan pada sore hari, sementara sebagian lainnya digoreng dan dikonsumsi pada malam hari.

"Tidak ada aroma, tidak ada bau apa pun yang kecium basi. Kemudian digoreng sama anak-anak," kata Yus di Magelang, dikutip Selasa, 23 Juni 2026. 
 


Beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah santriwati mulai mengeluhkan sakit perut dan diare hebat. "Mereka mengalami diare sebelum zuhur, ada yang sebelum subuh, ada yang jam delapan," ujar Yus.

Pihak panti sempat memberikan pertolongan pertama berupa air kelapa muda untuk membantu mencegah dehidrasi. Namun, kondisi beberapa anak terus memburuk sehingga pengelola panti memutuskan membawa mereka ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Setibanya di Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Muntilan, para santriwati langsung mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tim medis menangani para pasien yang sebagian besar mengalami dehidrasi akibat diare yang berkepanjangan.


Salah satu santriwati yang mengalami keracunan dibawa ke rumah sakit. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)

Pihak panti sempat memberikan pertolongan pertama berupa air kelapa muda untuk mencegah dehidrasi. Namun karena kondisi beberapa anak terus memburuk, mereka akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dari total 14 anak yang berada di panti saat kejadian, sembilan di antaranya harus menjalani perawatan intensif. Para korban yang rata-rata berusia 14 hingga 16 tahun mendapatkan penanganan medis secara berkelanjutan di RSA Muntilan.

Kondisi sebagian besar santriwati dilaporkan mulai membaik hingga Senin malam, 22 Juni 2026. Mayoritas pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Meski demikian, tiga santriwati masih harus menjalani rawat inap untuk observasi dan pemantauan lebih lanjut oleh tim medis.

Pihak panti asuhan terus memantau perkembangan kesehatan para santriwati serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh anak dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. (Lorien Nurajay Oxa)

(Silvana Febiari)