Rumah warga di Desa Kamarora B Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah usai terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa, 16 Juni 2026. ANTARA/HO-BPBD Sigi
Pemkab Sigi Minta Kades Aktif Laporkan Kondisi Warga Terdampak Gempa
Silvana Febiari • 20 June 2026 16:25
Sigi: Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengingatkan seluruh kepala desa (kades) khususnya wilayah terdampak bencana gempa bumi untuk aktif melaporkan kondisi warganya. Termasuk melaporkan warga yang belum menerima bantuan pemerintah.
"Kami sudah menyampaikan agar semua kepala desa proaktif sampai di tingkat bawah, tentunya masyarakat juga harus aktif melaporkan ke desa apabila belum mendapatkan bantuan karena bantuan itu terstruktur dari pemerintah," kata Komandan Satgas Bencana Kabupaten Sigi Samuel Yansen Pongi, dilansir dari Antara, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia mengatakan penyaluran bantuan pemerintah dilakukan secara bertahap hingga benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini dilakukan agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
"Jadi dari posko induk di Kantor BPBD Sigi kemudian disalurkan ke pos lapangan di masing-masing kecamatan sampai di pos pendukung di tingkat desa, nantinya desa yang menyalurkan bantuan-bantuan itu kepada masyarakat," ucapnya.
Ia memastikan ke depan seluruh masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi mendapatkan bantuan tenda. "Untuk tenda berdasarkan arahan BNPB bahwa semua masyarakat akan diberikan hanya memang secara bertahap karena proses pengirimannya cukup jauh," imbuhnya.
Menurut dia, pemerintah daerah setelah masa tanggap darurat segera melakukan analisis dan menyimpulkan penanganan terbaik untuk hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak.
"Kami berharap masyarakat tetap bersabar menunggu datangnya bantuan tenda secara bertahap ini dan dipastikan semua dapat bantuan, sementara untuk penggunaan huntara maksimal digunakan selama dua tahun dan selanjutnya menetap ke hunian tetap (huntap)," harap dia.

Wakil Bupati Sigi sekaligus Komadan Satgas Bencana Kabupaten Sigi Samuel Yansen Pongi saat memberikan arahan kepada kades untuk memperhatikan kondisi warganya yang terdampak bencana gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulteng. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi
Berdasarkan data BPBD Sigi, jumlah rumah rusak akibat bencana gempa bumi mencapai 2.319 unit, terdiri dari rusak ringan 1.966 rumah, rusak sedang 219 unit dan rusak berat 134 unit.
Sementara itu, terdapat penambahan total korban dan terdampak sebanyak 8.586 jiwa dengan 2.762 kepala keluarga pada bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi. Rinciannya, korban luka berat 17 orang dan luka ringan 108 orang dengan tiga warga meninggal dunia.
Wilayah terdampak akibat bencana gempa bumi tersebut tersebar di 42 desa dengan sembilan kecamatan, yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Lindu, Dolo, Sigi Biromaru, Dolo Selatan dan Gumbasa.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parimo, Donggala dan Kota Palu, Sulteng, pukul 10.27 WIB, Selasa, 16 Juni 2026.