Brimob Polda Sulteng Operasikan Dapur Lapangan Bantu Korban Gempa Sigi

Personel Satbrimob Polda Sulteng memberikan makanan siap saji kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu, 20 Juni 2026. ANTARA/HO-Brimob Polda Sulteng.

Brimob Polda Sulteng Operasikan Dapur Lapangan Bantu Korban Gempa Sigi

Silvana Febiari • 20 June 2026 14:23

Sigi: Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) mengoperasikan dapur lapangan dan kendaraan khusus (Ransus) Water Treatment untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi. Bantuan tersebut diberikan bagi warga terdampak di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.

"Jadi Brimob Polda Sulteng menghadirkan kendaraan khusus untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di daerah tersebut," kata Dansatbrimob Polda Sulteng Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, dilansir dari Antara, Sabtu 20 Juni 2026. 

Ia mengatakan sebanyak 100 personel Brimob Polda Sulteng bertugas di lokasi bencana untuk mengoperasikan dapur lapangan. Dapur tersebut digunakan untuk menyediakan makanan siap saji bagi para pengungsi.
 


Pihaknya berupaya memaksimalkan seluruh kemampuan dan peralatan yang dimiliki untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa. "Tentunya Brimob tidak hanya menerjunkan personel, tetapi juga kemampuan taktis dan peralatan yang kami miliki untuk mendukung penanganan bencana dan membantu kebutuhan masyarakat," ucapnya.

Ia menuturkan kendaraan water treatment yang dikerahkan mampu memproduksi air bersih sekitar 180 hingga 200 galon per hari. "Air bersih yang dihasilkan ini kemudian disalurkan untuk warga yang mengalami kesulitan akses air akibat dampak gempa," sebutnya.

Kurniawan menyebutkan dapur lapangan Brimob terus beroperasi untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi, relawan, dan petugas tetap terpenuhi.

"Dapur lapangan ini mampu menyiapkan sekitar 150 hingga 200 porsi makanan siap saji, harapannya fasilitas pendukung tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat bencana," ungkap dia.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah yang masih merasakan dampak gempa.


Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendistribusikan air bersih bagi warga korban gempa bumi di Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi. ANTARA/HO-Humas Polda Sulteng


BPBD Sigi mencatat per 20 Juni, jumlah rumah rusak akibat bencana gempa bumi di daerah itu mencapai 2.319 unit. Rumah rusak ringan sebanyak 1.966 rumah, rusak sedang 219 unit, dan rusak berat 134 unit.

Total korban dan warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi sebanyak 8.586 jiwa dari 2.762 kepala keluarga. Rinciannya, korban luka berat sebanyak 17 orang, luka ringan 108 orang, dan tiga warga meninggal dunia.

BMKG melaporkan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parimo, Donggala, dan Kota Palu, Sulteng, pukul 10.27 WIB, 16 Juni 2026.

(Silvana Febiari)