Dua Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan pernyataan terkait pemulihan paca-bencana di Sumatra dan Aceh. (Dokumentasi/Metro TV)

Dua Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana

Silvana Febiari • 11 February 2026 16:01

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana di Sumatra dan Aceh. Dari 52 kabupaten/kota terdampak, saat ini hanya dua kabupaten di Aceh, yaitu Pidie Jaya dan Aceh Tamiang, yang masih melanjutkan status tanggap darurat.

"Sementara yang lainnya baik di Sumatra Barat, Sumatra Utara, semuanya sudah masuk fase transisi darurat ke pemulihan," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam tayangan Breaking News, Metro TV, Rabu, 11 Februari 2026. 

Secara keseluruhan, kabupaten dan provinsi terdampak  bencana sudah menunjukkan arah pemulihan yang lebih baik. Meskipun, masih terdapat permasalahan di tingkat desa dan kecamatan.
 


Suharyanto juga melaporkan adanya penurunan jumlah pengungsi yang signifikan. Pada 8 Desember 2025, tercatat 1.057.482 jiwa mengungsi akibat bencana. Per 10 Februari 2026, jumlah pengungsi yang tercatat di lapangan tinggal 47.462 jiwa, atau menurun sebesar 95,51 persen.

"Dari 47.462 pengungsi tersebar di empat titik mereka melaksanakan pengungsian," ujarnya. 


Bencana alam. Foto: Antara


Pengungsian pertama ada di gedung pemerintah yang mencatat 5.817 kepala keluarga (KK), dengan rincian Aceh 5.185 KK, Sumatra Utara 472 KK, dan Sumatra Barat 160 KK. Kedua, ada pengungsi yang tinggal di meunasah atau masjid di Aceh. 

Ketiga, pengungsi mandiri yang tinggal di rumah sanak saudara sebanyak 10.776 KK. Untuk kelompok ini, BNPB telah menyalurkan dana tunggu hunian sebesar Rp 1,8 juta, yang diberikan secara bertahap pada Desember, Januari, dan Februari.

"Jika hunian tetap (huntap) belum siap pada 28 Februari 2026, dana tunggu hunian akan ditambah untuk tiga bulan berikutnya," jelas Suharyanto.

Sementara itu, pengungsi yang masih tinggal di tenda mencapai 21.193 KK. BNPB menegaskan bahwa kelompok ini menjadi prioritas agar segera dipindahkan ke hunian sementara atau mendapatkan tambahan dana tunggu hunian, sehingga kondisi mereka lebih layak dan aman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)