BI Pede Ekonomi RI Bisa Tembus 5,7% Tahun Ini, Tapi Pemerintah Harus Lakukan Ini

Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: Metrotvnews.com/Husen.

BI Pede Ekonomi RI Bisa Tembus 5,7% Tahun Ini, Tapi Pemerintah Harus Lakukan Ini

Husen Miftahudin • 21 January 2026 15:38

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.

Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi menunjukkan kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan didorong kenaikan permintaan domestik.

Pertumbuhan ekonomi keseluruhan 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9 persen sampai 5,7 persen," jelas Perry dalam Pengumuman Hasil RDG Bulanan Periode Januari 2026, Rabu, 21 Januari 2026.

Keyakinan Perry soal pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
 

Baca juga: Trump 'Berulah', BI Terpaksa Sunat Proyeksi Ekonomi Dunia Jadi 3,2%


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Pemerintah mesti perkuat program stimulus


Menurut Perry, efektivitas berbagai program stimulus pemerintah pada 2026 perlu diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja.

"Investasi juga diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan semakin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian," tutur Perry.

Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

"Itu bersinergi erat dengan kebijakan stimulus ?skal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan," ucap Perry.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)