Tukang parkir pesawat atau marshaller. Foto: Jenis.net
Segini Gaji Tukang Parkir Pesawat, Bisa Sampai Rp72 Juta Sebulan!
Husen Miftahudin • 7 January 2026 17:30
Jakarta: Apakah kamu pernah melihat petugas yang mengarahkan pesawat saat parkir di bandara? Profesi tersebut dikenal sebagai marshaller atau tukang parkir pesawat, sosok penting dibalik kelancaran dan keselamatan operasional penerbangan. Profesi ini memiliki peran yang cukup krusial dalam mendukung keamanan dan ketertiban aktivitas di area bandara.
Apa itu marshaller?
Melansir dari Dealls, marshaller atau tukang parkir pesawat adalah petugas profesional di bandara yang bertanggung jawab memandu pergerakan pesawat di area apron agar berhenti dan bergerak pada posisi yang aman.
Dengan menggunakan aba-aba visual seperti gerakan tangan atau tongkat bercahaya (baton signal). Marshaller membantu pilot yang memiliki keterbatasan pandangan dari dalam kokpit untuk memarkir pesawat secara tepat.
Selain memberi panduan langsung kepada pilot, marshaller juga berperan menjaga keselamatan operasional dengan berkoordinasi bersama tim ground handling lainnya. Profesi ini menuntut konsentrasi tinggi, ketepatan komunikasi, serta disiplin kerja yang kuat karena mereka bekerja di area landasan yang padat dan berisiko tinggi.
Tugas dan tanggung jawab marshaller
Marshaller memiliki tugas dan tanggung jawab yang tak mudah, di antaranya sebagai berikut:
- Memastikan area apron aman dan bebas dari hambatan sebelum pesawat bergerak, parkir, atau lepas landas.
- Memberikan aba-aba atau sinyal visual yang jelas dan mudah dipahami pilot untuk manuver pesawat yang aman.
- Berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pilot serta petugas bandara terkait pergerakan pesawat.
- Mengawasi proses parkir dan keluar apron guna menjamin keselamatan pesawat, awak kabin, dan penumpang.
Seorang marshaller harus menjaga fokus dan konsentrasi penuh selama bertugas karena kesalahan kecil dapat berdampak fatal. Oleh karena itu, ketika bertugas biasanya mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan, seperti rompi reflektif, helm, sepatu safety, sarung tangan, kacamata pelindung, dan perlengkapan pendukung lainnya.
| Baca juga: Kisaran Gaji Teller Bank dan Tanggung Jawab Pekerjaannya |

(Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Husen)
Besaran gaji marshaller
Melansir dari Glints, gaji tukang parkir pesawat atau marshaller di Indonesia bervariasi tergantung pengalaman kerja, lokasi bandara, jam kerja, serta sertifikasi yang dimiliki. Mengacu pada data Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD), kisaran gaji marshaller berada di angka Rp4 juta hingga Rp8 juta per bulan, atau sekitar Rp48 juta–Rp96 juta per tahun.
Jam kerja marshaller tergolong panjang dengan sistem shift, yakni sekitar 13 jam per hari, baik pada shift pagi maupun malam. Dengan jangka waktu tersebut, tingkat tanggung jawab dan ketahanan fisik menjadi faktor penting dalam profesi ini.
Di sisi lain, gaji marshaller di luar negeri umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Di Amerika Serikat (AS) rata-rata penghasilan marshaller mencapai sekitar USD4,5 ribu per bulan atau setara Rp72 juta.
Meski begitu setiap wilayah memiliki besaran gaji marshaller yang berbeda-beda, sebagai contoh marshaller di Alaska bisa memperoleh sekitar USD5,6 ribu per bulan, sedangkan di California berkisar USD5,2 ribu. Perbedaan ini dipengaruhi oleh standar upah regional, biaya hidup, serta kebutuhan operasional di masing-masing wilayah.
Syarat menjadi marshaller
Berikut merupakan syarat-syarat untuk dapat menjadi marshaller pesawat di Indonesia:
- Berusia minimal 18 tahun pada saat mendaftar pendidikan atau pelatihan.
- Memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA atau sederajat.
- Tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk perempuan.
- Tidak mengalami buta warna.
- Memiliki kondisi penglihatan yang baik, dengan toleransi mata minus selama masih dalam batas yang diperbolehkan.
Peluang karier marshaller
Dengan pengalaman kerja yang matang dan performa yang konsisten, marshaller memiliki kesempatan untuk berkembang ke posisi yang lebih tinggi, seperti supervisor apron atau koordinator ground handling.
Bahkan, dengan mengikuti pelatihan lanjutan, tidak menutup kemungkinan marshaller pesawat dapat beralih ke bidang lain seperti petugas keselamatan penerbangan atau air traffic controller (ATC).
Selain itu, jam terbang dan pengalaman internasional menjadi nilai tambah yang membuka peluang kerja di bandara besar luar negeri dengan tawaran gaji serta fasilitas yang lebih kompetitif. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com