Prabowo: Bagi Sebuah Bangsa Terkadang Butuh Keras Kepala

Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye.

Prabowo: Bagi Sebuah Bangsa Terkadang Butuh Keras Kepala

Fachri Audhia Hafiez • 8 April 2026 19:16

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa sikap keras kepala atau keteguhan prinsip terkadang sangat dibutuhkan oleh sebuah bangsa dalam menghadapi tantangan global. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan arahan strategis di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I, dan Dirut BUMN.

"Bagi sebuah bangsa kadang-kadang keras kepala butuh," kata Prabowo dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.
 


Prabowo menyadari adanya anggapan publik yang menilai dirinya memiliki sifat keras kepala. Menanggapi hal itu, ia justru melontarkan candaan sambil mengetuk kepalanya sendiri di hadapan para pejabat yang hadir.

"Saya coba pegang-pegang kepala saya keras enggak nih," ujar Prabowo seraya tertawa, mencairkan suasana rapat.

Dalam arahannya, Presiden memberikan contoh rakyat Iran yang dinilai memiliki karakter keras kepala yang kuat dalam menghadapi tekanan serta ancaman dari pihak luar. Ia menilai sikap tersebut merupakan bentuk perjuangan untuk bertahan hidup sebagai sebuah bangsa.

"Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala. Bolak-balik diancam, bolak-balik mau dihabisi," tutur Prabowo.

Prabowo kemudian menarik benang merah dengan sejarah perjuangan Indonesia. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bisa diraih karena para pendiri bangsa memiliki sikap "keras kepala" untuk menolak segala bentuk penjajahan kembali ke tanah air.


Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye.

"Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik mati daripada dijajah kembali, keras kepala. Tidak mau kita dijajah kembali, keras kepala. Pemimpin-pemimpin kita keras kepala. Merah putih harga mati, enggak ada itu urusan," tegas Kepala Negara.

Pertemuan tersebut sengaja digelar untuk menyamakan pemahaman antara pimpinan tertinggi dengan para pelaksana kebijakan di tingkat eselon I. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo, menyebut kehadiran seluruh eselon I penting agar visi strategis Presiden dapat terimplementasi dengan baik.

Presiden pun memaparkan berbagai hal strategis terkait kebijakan pemerintah dan penyelenggaraan negara, termasuk merespons perkembangan situasi geopolitik terkini yang menuntut ketegasan sikap dari seluruh elemen pemerintahan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)