Perusahaan Tiongkok Bangun Pabrik Melamin di JIIPE, Rogoh Investasi USD600 Juta

KEK JIIPE Gresik. Foto: Istimewa.

Perusahaan Tiongkok Bangun Pabrik Melamin di JIIPE, Rogoh Investasi USD600 Juta

Husen Miftahudin • 9 April 2026 15:11

Gresik: Perusahaan kimia asal Tiongkok, Sichuan Golden-Elephant Sincerity Chemical Co., Ltd (GESC) merogoh investasi sebesar USD600 juta untuk membangun pabrik melamin di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik.

Proyek yang dikembangkan oleh anak usaha GESC, PT GEABH Joint Technology ini merupakan salah satu fasilitas melamin terbesar di dunia dan dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan gas alam menjadi amonia, urea, hingga melamin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik sekaligus memperkuat daya saing industri. Sebab pabrik ini dinilai akan memperkuat struktur industri kimia nasional sekaligus mendorong pengembangan industri rendah emisi di Indonesia.

"Pengembangan industri melamin di Gresik merupakan langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi nasional. Kami mengapresiasi peran KEK Gresik dalam menyediakan ekosistem industri terintegrasi yang mampu menarik investasi berskala besar dan berkualitas tinggi," ujar Airlangga dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Pengembangan proyek ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat basis industri berbasis sumber daya alam, sekaligus mendukung transisi menuju industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.
 

Baca juga: Tanpa Dana APBN, Proyek Pelabuhan Tanjung Carat Gunakan Skema KPBU
 

Dorong transfer teknologi


Chairman GESC Lei Lin menyampaikan, proyek ini mengusung pendekatan industri kimia berbasis ekonomi sirkular dengan dukungan teknologi proses generasi terbaru.

"Kami melihat JIIPE sebagai kawasan strategis untuk menghadirkan rantai industri kimia terintegrasi berbasis ekonomi sirkular di Indonesia. Proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan industri dalam negeri, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan kerja sama industri lintas negara," jelas dia.

Ia menambahkan, penerapan teknologi tersebut memungkinkan efisiensi energi hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan standar industri global, serta optimalisasi pemanfaatan produk samping melalui proses daur ulang, sehingga mendukung pengembangan industri kimia rendah karbon.

Sementara Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS)-JIIPE Bambang Soetiono menegaskan keunggulan JIIPE terletak pada integrasi kawasan yang mampu mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan industri.

"JIIPE dirancang untuk mendukung rantai nilai industri secara end-to-end, mulai dari ketersediaan bahan baku, infrastruktur, hingga konektivitas logistik. Hal ini memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan," ungkap dia.


(GESC merogoh investasi USD600 juta untuk membangun pabrik melamin di KEK JIIPE Gresik. Foto: Istimewa)
 

Perkuat ketahanan industri kimia


Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menilai proyek ini akan memperkuat ketahanan industri kimia serta menjadi tonggak penting dalam kerja sama ekonomi kedua negara.

"Pengembangan rantai industri melamin di JIIPE akan memperkuat pasokan produk kimia strategis, mendukung industrialisasi Indonesia, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional," kata Wang Lutong.

Dengan dukungan infrastruktur terintegrasi, termasuk pelabuhan laut dalam, serta status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, JIIPE dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong pengembangan industri berbasis efisiensi energi, nilai tambah, dan keberlanjutan.

Proyek ini juga diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja serta mendorong penguatan ekosistem industri hulu dan hilir, termasuk sektor pertanian, manufaktur, dan logistik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)