Asap dari serangan AS di wilayah Iran. (Anadolu Agency)
AS Tegaskan Mampu Lanjutkan Perang dengan Iran jika Memang Diperlukan
Willy Haryono • 30 May 2026 15:42
Washington: Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa Washington “lebih dari mampu” untuk melanjutkan perang dengan Iran jika memang diperlukan.
Pernyataan ini disampaikan di tengah negosiasi rapuh terkait kemungkinan kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Mengutip kantor berita AFP, Sabtu, 30 Mei 2026, pernyataan tersebut disampaikan ketika Presiden AS Donald Trump menegaskan setiap kesepakatan dengan Tehran harus memenuhi “garis merah” Washington, termasuk larangan Iran mengembangkan senjata nuklir.
Gedung Putih sebelumnya memberi sinyal bahwa Trump hampir mengambil keputusan terkait kesepakatan awal setelah beberapa pekan negosiasi yang dimediasi Pakistan.
Namun, Iran membantah laporan bahwa telah tercapai kesepakatan final untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Sejumlah sumber AS mengatakan proposal kesepakatan masih menunggu persetujuan Trump. Meski demikian, presiden belum mengambil keputusan setelah menggelar rapat selama dua jam di Situation Room Gedung Putih pada Jumat.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Washington siap kembali melanjutkan operasi militer jika diperlukan.
“Kemampuan kami untuk memulai kembali jika diperlukan adalah kami lebih dari mampu. Persediaan senjata kami lebih dari cukup, baik di kawasan maupun secara global,” kata Hegseth saat menghadiri forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura.
Pernyataan itu sejalan dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menegaskan pasukan Amerika tetap siaga di kawasan Timur Tengah.
“Pasukan Amerika tetap hadir dan waspada di seluruh kawasan,” tulis CENTCOM di platform X.
AS Kembali Serang Iran
Upaya diplomasi sempat terguncang pekan ini setelah serangan AS terhadap pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan dibalas tembakan balasan dari Tehran. Meski demikian, negosiasi tetap berlanjut, termasuk pembicaraan paralel untuk menghentikan konflik di Lebanon.Iran sebelumnya menegaskan penyelesaian konflik Lebanon harus menjadi bagian dari kesepakatan resmi untuk mengakhiri perang kawasan.
Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan prioritas utama AS dalam kesepakatan adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir dan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
“Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang baik bagi Amerika dan memenuhi garis merahnya,” kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” tambah pejabat tersebut.
Baca juga: AS Klaim Sita Aset Kripto Iran Senilai Lebih dari Rp17 Triliun