BNPP mengerahkan alat berat untuk pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh. (Dokumentasi/ istimewa)
Percepat Pemulihan Aceh, BNPP Kerahkan Alat Berat di Jalan Utama Terdampak Banjir
Silvana Febiari • 12 March 2026 12:27
Aceh: Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) terus mengakselerasi pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan dump truck. Langkah ini difokuskan pada pembersihan akses jalan utama yang tertutup material lumpur dan pasir di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang agar mobilitas masyarakat segera pulih.
Sekretaris BNPP Komjen Pol. Makhruzi Rahman menegaskan, pengiriman alat berat dilakukan untuk mempercepat normalisasi jalur transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
“Kami menurunkan ekskavator dan dump truck untuk membantu percepatan pembersihan jalan-jalan umum yang masih tertutup lumpur dan pasir, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut Makhruzi, pembersihan juga dilakukan dengan skema cash for work atau padat karya tunai. Skema ini dirancang agar masyarakat setempat dapat terlibat langsung dalam kegiatan pemulihan, mulai dari pembersihan puing dan lumpur, perbaikan fasilitas umum, hingga penataan lingkungan yang rusak akibat bencana.
Program tersebut merupakan gagasan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP, sekaligus Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pasca-bencana Sumatra. Program ini bertujuan agar rehabilitasi pasca-bencana dapat berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat.
“Dengan padat karya tunai, selain akses jalan segera bersih, masyarakat juga mendapatkan kesempatan kerja sementara yang membantu pemulihan kehidupan sehari-hari,” kata Makhruzi.
Melalui mekanisme ini, warga yang terdampak tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memperoleh penghasilan dari pekerjaan yang mereka lakukan dalam proses pemulihan wilayah.
Makhruzi merinci, kegiatan pembersihan lumpur menggunakan alat berat telah dilaksanakan di dua lokasi di Kabupaten Pidie Jaya, yakni Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua.
Di Kabupaten Bireuen, pembersihan dilakukan di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Bineh Krueng. Sementara di Kabupaten Aceh Tamiang, kegiatan serupa berlangsung di Desa Lando, Kecamatan Rantau.
.jpeg)
BNPP mengerahkan alat berat untuk pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh. (Dokumentasi/ istimewa)
Setiap kabupaten menerima dukungan dua unit ekskavator dan dua unit dump truck. Secara keseluruhan, BNPP mengerahkan enam ekskavator dan enam dump truck untuk mendukung percepatan pembersihan akses jalan di tiga kabupaten tersebut.
Makhruzi juga turun langsung ke Pidie Jaya dan Bireuen untuk melakukan identifikasi kebutuhan dan pemetaan titik-titik prioritas pembersihan sejak Sabtu, 7 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa pembersihan akses jalan umum menjadi fokus utama BNPP pada tahap percepatan pemulihan ini.
“Hasil pengamatan kami, masih banyak jalan yang sulit dilalui masyarakat akibat timbunan lumpur pasca-banjir. Ini menjadi prioritas karena menyangkut mobilitas dan aktivitas ekonomi warga,” tuturnya.
Dengan mengoptimalkan penggunaan alat berat serta melibatkan masyarakat melalui skema padat karya tunai, BNPP berharap akses jalan utama dapat segera kembali berfungsi dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Langkah ini diyakini mampu memperlancar mobilitas warga, menggerakkan kembali ekonomi lokal, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah terdampak.