Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Foto: Unsplash.com
Modernisasi Terminal 2 Bandara Soetta, Arus Penumpang Jadi Lebih Tertata
Husen Miftahudin • 13 March 2026 06:38
Jakarta: Di tengah modernisasi besar-besaran Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Terminal 2 hadir dengan wajah yang diperbarui, namun tetap menyimpan rasa lama yang sulit tergantikan.
Wajah baru Terminal 2 di Bandara Soetta berhasil menghadirkan wajah yang lebih modern tanpa kehilangan identitas aslinya. Traveler influencer Wira Nurmansyah menyebutkan suasana bandara dengan konsep saat ini menjadikannya lebih terang, terbuka, serta clean.
"Buat saya pribadi, in upgrade yang signifikan karena Terminal 2 terasa lebih relevan dengan kebutuhan penumpang, baik dari sisi estetika maupun kenyamanan," ungkap Wira dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut seorang pecinta dunia penerbangan atau Aviation Geek (AvGeek) Benedictus Nathaniel, perubahan paling terasa pada Terminal 2 Bandara Soetta justru bukan pada tampilan fisik secara drastis, melainkan pada kebijakan akses dan tata kelola ruangnya.
"Kalau dulu, akses ke sisi dalam terminal itu tidak sebebas sekarang, karena ada dua lapis security checkpoint: satu di depan pas mau masuk ke check in, satu di belakang mau masuk boarding gate," ucap Nathaniel.
Kini, area komersial tidak lagi eksklusif hanya untuk penumpang. Pengantar dan pengunjung bisa ikut menikmati tenant yang ada di dalam. Toko dan F&B mendapat potensi penjualan lebih luas, penumpang tidak merasa terlalu dibatasi, dan pengantar pun punya ruang untuk menunggu dengan nyaman.
"Perubahan ini membuat Terminal 2 terasa 'slightly better', bukan revolusi besar, tetapi peningkatan yang relevan dan manusiawi," ungkap dia.
Wajah baru Terminal 2 di Bandara Soetta berhasil menghadirkan wajah yang lebih modern tanpa kehilangan identitas aslinya. Traveler influencer Wira Nurmansyah menyebutkan suasana bandara dengan konsep saat ini menjadikannya lebih terang, terbuka, serta clean.
"Buat saya pribadi, in upgrade yang signifikan karena Terminal 2 terasa lebih relevan dengan kebutuhan penumpang, baik dari sisi estetika maupun kenyamanan," ungkap Wira dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut seorang pecinta dunia penerbangan atau Aviation Geek (AvGeek) Benedictus Nathaniel, perubahan paling terasa pada Terminal 2 Bandara Soetta justru bukan pada tampilan fisik secara drastis, melainkan pada kebijakan akses dan tata kelola ruangnya.
"Kalau dulu, akses ke sisi dalam terminal itu tidak sebebas sekarang, karena ada dua lapis security checkpoint: satu di depan pas mau masuk ke check in, satu di belakang mau masuk boarding gate," ucap Nathaniel.
Kini, area komersial tidak lagi eksklusif hanya untuk penumpang. Pengantar dan pengunjung bisa ikut menikmati tenant yang ada di dalam. Toko dan F&B mendapat potensi penjualan lebih luas, penumpang tidak merasa terlalu dibatasi, dan pengantar pun punya ruang untuk menunggu dengan nyaman.
"Perubahan ini membuat Terminal 2 terasa 'slightly better', bukan revolusi besar, tetapi peningkatan yang relevan dan manusiawi," ungkap dia.
| Baca juga: Puncak Arus Mudik di Bandara Soetta Diprediksi 18 Maret |
Arus penumpang lebih tertata
Sementara itu, Terminal 2F kini dipusatkan sebagai terminal khusus haji dan umrah. Pengaturan ini membuat arus penumpang lebih tertata, terutama saat musim ramai. Ada kombinasi antara renovasi fisik dan penyesuaian fungsi yang membuat operasional menjadi lebih efisien.
"Otomatis kebijakan dan layout baru ini menguntungkan semua pihak: penumpang tidak ribet, pengantar punya pilihan baru buat jalan-jalan di terminal, dan yang jualan juga terbantu salesnya karena bisa melayani pengantar juga," papar Nathaniel.
Selain desain dan renovasinya, Wira menyoroti kemudahan alur penumpang saat berada di Terminal 2. "Dengan ruangan yang lebih lega, kepadatan pada Terminal 2 terasa lebih terdistribusi dengan baik. Walaupun begitu ada sedikit catatan untuk signage yang terlalu kecil, sehingga agak membingungkan," ucap Wira menambahkan.

(Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Foto: Unsplash.com)
Terminal paling 'manusiawi'
Sementara AvGeek lainnya, Eka Prakasa mengungkapkan Terminal 2 Bandara Soetta berbeda dengan terminal modern yang serba megah dan luas. Terminal 2 justru unggul dalam hal human scale karena dianggap sebagai terminal yang paling 'manusiawi' di Soekarno-Hatta.
"Jarak dari pesawat ke baggage claim atau dari pintu masuk ke gate keberangkatan relatif singkat, sekitar 5–10 menit berjalan kaki. Tidak melelahkan, tidak membingungkan," papar dia.
Di tengah tren bandara global yang semakin besar dan futuristik, Terminal 2 menawarkan pengalaman yang lebih intimate. Tidak terasa intimidating, tidak membuat penumpang harus berjalan terlalu jauh sambil menarik koper berat.
"Secara arsitektur, dia yang paling kerasa Indonesia banget kalau dibandingkan sama T3, rasanya kaya lebih cozy gimana gitu," ucap Eka.
Secara desain, renovasi memang membuat Terminal 2 terasa lebih modern dan lebih 'steril' dibanding sebelumnya. Namun karena keterbatasan struktur bangunan lama, perubahan arsitekturnya tidak seekstrim terminal generasi baru. Justru di situlah daya tariknya.
"Jika dibandingkan dengan Terminal 3 yang megah dan sangat kontemporer, Terminal 2 masih mempertahankan nuansa arsitektur yang terasa lebih 'Indonesia'. Material, bentuk atap, dan atmosfer ruangnya menghadirkan rasa cozy yang berbeda," kata Eka.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com